Hm, kira-kira, apa ya yang membuat Kanada menjadi sepopuler ini?
5. Tur pesiar yang lebih ramah lingkungan
Permintaan untuk traveling dengan kapal pesiar mengalami peningkatan sebesar 4,5% dibanding tahun lalu. Namun, tentu saja hal ini berdampak pada rusaknya ekosistem laut.
Maka, di tahun 2018 ini, perusahaan travel yang mengadakan tur kapal pesiar pun diharapkan untuk menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
Traveling boleh, tapi jangan sampai merusak lingkungan, ya!
6. Musim dingin, musim puncak liburan
Terlepas dari suhu udara yang dingin dan menggigit, ada semakin banyak hotel yang dibangun di sekitar wilayah kutub utara. Selain itu, ada juga festival es Harbin di Tiongkok yang pengunjungnya mencapai jutaan.
Rupanya, udara dingin bukan menjadi penghalang untuk tetap berpetualang, ya!
7. Definisi baru dari berpetualang
Baca Juga: Viral Rombongan Pemotor Geber Mesin di Lokasi Wisata, Bikin Malu Bikers?
Selama ini, banyak yang mengaitkan petualangan dengan melakukan hal-hal yang ekstrem atau memacu adrenalin. Tapi, mulai tahun ini, para traveler sepertinya punya definisi baru dari petualangan.
Alih-alih perjalanan ekstrem, tren saat ini lebih mengarah kepada wisata budaya, mencicipi makanan lokal, bahkan mengunjungi pasar tradisional setempat, lho!
8. Traveling untuk para single-parent
Dengan meningkatnya jumlah single-parent, terutama di Kanada dan Inggris, perusahaan travel pun mengusulkan paket jenis baru.
Paket liburan ini jauh lebih murah dibandingkan paket travel untuk keluarga biasa. Kini, siapa pun bisa melakukan traveling dengan harga yang terjangkau.
9. Tempat baru untuk dikunjungi di Eropa
Bicara soal berlibur ke Italia atau Perancis mungkin sudah terdengar biasa. Ditambah lagi, padatnya turis di negara-negara tersebut malah membuat kita tidak bisa menikmati perjalanan yang ada.
Nah, sebagai gantinya, kamu bisa melakukan traveling ke Belarus, Cyprus, atau Moldova. Siapa tahu kamu malah menemukan objek wisata baru yang lebih menarik, kan?
10. Daerah Timur Tengah juga jadi opsi terbaru
Hampir mirip seperti Kanada, negara-negara di Timur Tengah juga mengalami peningkatan dalam hal turisme.
Maka dari itu, paket traveling ke negara-negara seperti Iran, Mesir, Morocco, dan Jordan pun mulai tren wisata.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard