Suara.com - Film porno atau dewasa bisa menjadi salah satu cara membangkitkan gairah pasangan. Tapi, seperti banyak hal lainnya, terlalu banyak menonton film porno juga bisa berisiko menimbulkan kecanduan.
Meski demikian, tidak mudah mendefinisikan ukuran untuk terlalu banyak dan serong. Dilansir dari Healthshots, sayangnya, tidak ada literatur tentang jumlah jam menonton porno yang optimal.
Namun, menurut Dr. Bhavna Barmi, seorang psikolog klinis terkenal, menghabiskan empat jam seminggu di porno tidak apa-apa. Tapi ini tidak berarti Anda menonton semuanya sekaligus.
"Kami ingin mempromosikan jadwal yang sehat dan konstruktif untuk kegiatan seksual yang sesuai dengan gaya hidup positif," kata dia.
Ini sebagian besar karena terlalu banyak porno sebenarnya bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental dan hubungan. Seperti diketahui, terlalu banyak menonton film porno dapat menimbulkan harapan yang tidak realistis yang dapat memberikan banyak tekanan yang tidak semestinya pada berhubungan intim.
Faktanya, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Environmental Research dan Public Health menonton terlalu banyak film porno dan sering masturbasi dapat menyebabkan disfungsi seksual pada pria dan wanita.
Menonton terlalu banyak film porno juga dapat menyebabkan perubahan perilaku, seperti yang disarankan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Health Sciences.
Oleh karena itu, Dr Barmi menyarankan lima tips ini agar tidak kecanduan menonton film porno:
1. Jangan berlebihan karena orang-orang yang menonton lebih banyak film porno memiliki reaksi seksual yang kurang berhasil dengan pasangan kehidupan nyata mereka.
Baca Juga: Video Porno Mia Khalifa Akan Dihapus dari Internet, Kenapa?
2. Jangan menonton film porno sepanjang waktu, karena itu membuat Anda tergantung.
3. Bicaralah dengan pasangan tentang apa yang Anda tonton. Jika Anda menjalin hubungan, menonton film porno bersama bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk mempercantik suasana.
4. Sangat wajar untuk berfantasi tentang skenario seksual yang Anda tidak ingin terlibat dalam kehidupan nyata.
5. Jika Anda menemukan bahwa Anda membutuhkan lebih banyak film porno, maka ini adalah tanda bahwa Anda menjadi tidak peka dan perlu berhenti.
Selain itu, jika Anda merasa seperti mengabaikan tanggung jawab Anda untuk tetap di rumah dan menonton film porno, maka itu merupakan peringatan lain yang harus diperhatikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan