Suara.com - Menikah menjadi dambaan bagi banyak orang yang masih hidup melajang. Hanya saja, menikah memiliki persiapan yang panjang baik secara psikologis, fisik dan tentunya keuangan.
Mengutip Cleo, Kamis (16/7/2020) ada beberapa hal yang bisa jadi penanda Anda juga sudah siap menikah dari sisi ekonomi. Apa saja? Berikut ulasannya!
1. Bisa mengelola keuangan sendiri
Sebelum saling berbagi dengan pasangan, Anda lebih dulu harus andal memanajemen keuangan sendiri. Paling tidak, anggarkan pribadi untuk pengeluaran rutin, dananya barus dipisah untuk diinvestasikan untuk berjaga-jaga di kemudian hari.
2. Tidak masalah berbagi keuangan dengan orang lain
Tidak sedikit orang yang merasa tidak nyaman saat berbagi pengeluaran dengan orang lain. Nah, jika tidak nyaman itu tandanya Anda belum siap, maka cobalah berdiskusi dengan pasangan terkait hal ini sebelum menikah.
3. Tidak menjadikan uang sebagai patokan
Ada banyak kasus di mana pasangan menikah berpisah karena masalah uang. Ini bisa disebabkan kelirunya mengurus anggaran, merahasiakan utang, perbedaan pendapatan antara satu orang dengan yang lain, atau beban yang terlalu besar di salah satu pasangan. Nah, dalam pernikahan Anda harus siap menerima dan berbagi beban dengan pasangan. Paling tidak bicarakan tetang masalah yang akan dihadapi kemudian hari.
4. Percayai pasangan dengan uang Anda
Apakah Anda merasa nyaman membiarkan orang lain mengelola uang Anda, mengingat dalam pernikahan Anda harus bisa terbiasa dan nyaman saat pasangan sesekali pengelola uang Anda. Seperti halnya saat bingung memilih produk yang diincar dengan kualitas yang baik. Maka dipikirkan dengan dua kepala lebih baik dibanding satu kepala.
5. Rencanakan keuangan sesuai tujuan pernikahan
Pasangan suami istri itu artinya menyatukan dua kepala untuk menggapai tujuan bersama-sama. Keduanya harus tumbuh dan berkembang bersama, dan yang berbahaya dalam hubungan adalah pasangan tidak punya tujuan yang sama. Begitu juga dalam hal uang, ada saat dimana uang dihabiskan untuk meraih tujuan bersama-sama. Keduanya juga harus saling memprioritaskan tujuan bersama dibanding tujuan masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
7 Sepatu Lari Sekelas Nike Air Zoom Pegasus 41 Versi Lokal yang Lebih Murah
-
Rahasia Kaki Bebas Pegal Saat Libur Lebaran: Intip Kolaborasi Ikonik Melissa x Scholl Terbaru
-
Saat Kelestarian Hutan Menjadi Kunci, PNM Mengajak Menjaga Bersama Kehidupan
-
Wisata Bus Tanpa Atap di PIK: Pengalaman Menikmati Jakarta dari Perspektif Baru yang Tak Biasa!
-
5 Moisturizer Vitamin C untuk Mencerahkan Kulit Setelah Mudik, Wajah Kembali Glowing
-
Terpopuler: 11 Kontroversi Irawati Puteri, Viral Azab Korupsi MBG di Lombok
-
7 Rekomendasi Kran Wastafel Cuci Piring Terbaik, Air Tidak Nyiprat
-
Bacaan Niat Puasa Syawal, Apakah Harus Dilakukan Berurutan?
-
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
Niat Puasa Ganti Ramadan, Bolehkah Dilakukan dengan Syawal?