Suara.com - India merupakan salah satu negara yang paling terpengaruh oleh pandemi Covid-19. Setelah berbulan-bulan pandemi tidak juga kunjung reda, kini orang-orang beralih ke kekuatan spiritual dalam upaya untuk melindungi diri dari virus corona baru.
Dilansir dari Oddity Central sekelompok perempuan dari sebuah desa di Benggala Barat yang telah memutuskan untuk melawan virus corona dengan cara mereka sendiri atau dengan menyembah Corona Mai, atau 'Dewi Corona'.
Mereka mendirikan kuil kecil di tepi kolam Chinnamasta, dekat kota Asansol, dan mulai menyanyikan lagu-lagu dan mantra, membakar dupa dan membawa persembahan seperti buah-buahan, sayuran.
Para perempuan itu mengatakan bahwa mereka berencana untuk beribadah dan berdoa kepada dewi sampai dia mengambil coronavirus.
"Kami berharap Corona devi memastikan bahwa virus meninggalkan kita selamanya. Persembahan dan nyanyian kami akan memberi kita kelonggaran dari virus," kata salahs seorang dari mereka.
Penyembah Corona Mai berkisar dari perempuan berusia awal 20-an hingga perempuan tua di usia 70-an. Mereka semua percaya bahwa cara terbaik untuk membantu memerangi pandemi adalah dengan berdoa kepada dewi sampai dia memutuskan untuk mengambil virus corona.
“Kami telah memutuskan untuk menyembah Corona devi setiap hari Senin dan Jumat sampai ia puas,” kata seorang wanita berusia 56 tahun.
Tetapi sementara kelompok pemuja Dewi Corona ini dari Benggala Barat mendirikan sebuah kuil kecil di luar ruangan, seorang lelaki Kerala mendirikan sebuah kuil untuk menyembah "dewi coronavirus".
Sesuai tradisi Hindu, yang mempromosikan melihat dewa di setiap molekul di sekitar kita, Anilan Muhoortham, dari kota Kadakkal, memuja coronavirus sebagai dewi.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di India Tembus Satu Juta, Kesembuhan Hanya 63 Persen
“Saya telah mendirikan kuil ini untuk Dewi Coronavirus sesuai dengan kebebasan konstitusional untuk beribadah. Dewi Coronavirus sedang dipuja di sini, ”kata pria Kerala itu.
"Saya mendedikasikan kuil itu untuk para pekerja kesehatan, para ilmuwan yang berusaha menemukan vaksin, petugas pemadam kebakaran & penyelamatan, personel media lainnya, jurnalis dan ekspatriat yang melaporkan informasi tersebut secara waktu nyata."
Anilan mematuhi aturan jarak sosial, jadi siapa pun yang ingin membuat persembahan kepada Dewi Dewi Coronavirus melalui kuil rumahnya dapat melakukannya melalui kurir atau pos.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor
-
5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia
-
Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?
-
'Gue Kasih Umrah Sekeluarga', Menteri PU Dody Hanggodo Jawab Isu Aisyah Zakkiyah Keponakannya
-
Mengintip Tren Wellness di Bali, Saat Pengalaman Air Jadi Daya Tarik Baru Industri Hospitality
-
PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026
-
Doraemon the Movie: Misteri Kapal dan Bangkitnya Sistem Otomatis Atlantis!
-
Bom Rakitan di MAN 3 Padang Jadi Alarm, Pakar Minta Sekolah Perkuat Ruang Dialog