Suara.com - Selama empat bulan lamanya Achmad Yurianto dipercaya menjadi Jubir Pemerintah untuk Covid-19. Kini jabatan itu telah digantikan oleh Wiku Adisasmito.
Selama empat bulan itu juga Yurianto tidak pernah libur sehari pun menyampaikan perkembangan kasus Covid-19.
Lalu banyak yang penasaran, pernahkah Yurianto merasa bosan dan putus asa? Mengingat hasilnya tetap saja kasus Covid-19 di Indonesia selalu meningkat.
"Enggak lah," sahut Yurianto tegas saat menjawab pertanyaan MC, Akbarry Noor dalam acara diskusi No Sleep For Weekend, Sabtu (25/7/2020).
Yurianto menjelaskan ia paham betul harus berbicara di depan puluhan hingga ratusan juta masyarakat Indonesia dengan perbedaan latar belakang, motivasi, persepsi, hingga kepentingan yang berbeda-beda.
"Oleh karena itu kemudian tidak boleh dong saya harus memaksakan mereka semua nurut nggaknya. Kalau ada yang nurut, ada yang nggak, ya nggak apa-apa," imbuhnya.
Apa yang disampaikan Dirjen P2P Kemenkes RI adalah ajakan hidup sehat, yang tak lain jadi sebuah kewajiban.
"Sehat itu kewajiban sakit itu pilihan. Kalau mau milih sakit biarin aja," pungkas Yurianto.
Di sisi lain, sebelumnya saat memberikan edukasi setiap harinya ia hanya diberikan waktu 15 menit. Biasanya 10 menit awal ia selalu memaparkan edukasi, sebelum akhirnya membacakan perkembangan kasus harian Covid-19 di Indonesia.
Baca Juga: Ngeri, Virus Corona Jadi Salah Satu Sebab Kematian Tertinggi di AS
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta
-
Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD
-
Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan
-
Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama
-
28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung