Suara.com - Pengelola wisata di Gunungkidul, Yogyakarta, mengingatkan pengunjung untuk tidak melupakan protokol kesehatan, di tengah adaptasi kebiasaan baru.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan, protokol kesehatan harus ditaati karena setiap pengunjung yang datang akan dicek suhu tubuhnya hingga wajib menggunakan masker.
Selain itu, di setiap destinasi juga disediakan fasilitas cuci tangan hingga memberikan akses keluar masuk yang berbeda bagi pengunjung.
Jam operasional maupun jumlah pengunjung di destinasi pun dibatasi. Di kawasan Pantai Baron, jumlah kunjungan dibatasi sebanyak 5.000 orang per harinya.
"Ini juga berlaku bagi destinasinya karena kapasititasnya dibatasi separuh dari kuota normal," tutur Asti.
Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Hary Sukmono mengatakan, sudah ada 25 destinasi wisata yang telah diuji coba untuk dibuka.
Jumlah ini merupakan akumulasi dari objek wisata di Bumi Handayani mulai dari sektor pantai, penggunungan, susur sungai, hingga destinasi wisata lainnya.
Sejak dibuka kali pertama pada Senin (22/6/2020) hingga sekarang, dilansir HarianJogja.com -- jaringan Suara.com, total kunjungan mencapai 100.089 wisatawan.
Destinasi pantai masih menjadi primadona karena mayoritas kunjungan banyak dilakukan ke kawasan pesisir.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Tegur Demonstran Tak Indahkan Protokol Kesehatan
Ia mengungkapkan, pandemi Covid-19 sangat berdampak di sektor wisata. Selama beberapa bulan, objek wisata ditutup, sehingga berpengaruh terhadap target PAD yang dimiliki Dinas Pariwisata.
"Sekarang sudah mulai ada pemasukan. Total selama uji coba PAD yang masuk sebesar Rp842.983.075," kata mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata ini.
Berita Terkait
-
Sampah Masih Jadi PR Labuan Bajo, Kolaborasi Komunitas Didorong Demi Pariwisata Berkelanjutan
-
Malang Dreamland Tawarkan Liburan Mewah Dengan View Instagenic
-
Cerita Inspiratif: Kampung Koboy Desa Tugu Selatan Cisarua
-
Benteng Pendem Ambarawa Hadir Kembali dengan Wajah Baru
-
3 Destinasi Wisata Favorit di Pulau Lantau Hong Kong untuk Liburan Imlek saat Musim Hujan
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Rusak Parah, Warga Kulon Progo Pasang Spanduk Protes: 'Ini Jalan atau Cobaan?'
- 5 Mobil Bekas 80 Jutaan dengan Pajak Murah, Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
-
Bursa Saham Indonesia Tidak Siap? BEI Klarifikasi Masalah Data yang Diminta MSCI
-
Menperin Pastikan Industri Susu Nasional Kecipratan Proyek MBG
Terkini
-
5 Sunscreen yang Bikin Bedak Menempel Sempurna dan Tidak Longsor
-
Kok Bisa Tekstur Es Gabus Mirip Spons? Kata BPOM gara-gara Hal Ini
-
5 Rekomendasi Sunscreen Jepang Paling Murah di Indomaret
-
Suami Boiyen Kena Kasus Apa? Digugat Cerai di Tengah Proses Hukum
-
5 Rekomendasi Sunscreen Lokal Paling Murah di Indomaret, Mulai Rp20 Ribuan
-
Kulit Kusam? Ini 5 Rekomendasi Moisturizer agar Wajah Lebih Cerah
-
Niat Puasa Ganti Ramadan di Hari Kamis Lengkap dengan Keutamaannya
-
6 Sunscreen Lokal Kualitas Global, Ampuh Usir Flek Hitam dan Garis Penuaan
-
Sejarah Sandal Swallow Alas Kaki Ikonik Indonesia, Pabrik di Medan Terbakar
-
Boiyen Baru Nikah 2 Bulan Sudah Gugat Cerai, Memangnya Boleh? Simak Aturan Hukumnya!