Suara.com - Salah satu kekhawatiran ketika pergi naik pesawat di tengah situasi pandemi ialah risiko terjadinya penularan di dalam kabin. Wajar, anggapan ini menguat lantaran orang mesti berada di dalam pesawat berjam-jam dengan aliran udara yang itu-itu saja.
Tapi benarkah anggapan tersebut?
Anggapan ini dibantah CEO Rumah Sakit Medistra, Dr. Dini Handayani, MARS, FISQua. Ia mengatakan bahwa sejak 2015 lalu pesawat sudah dilengkapi dengan teknologi High Efficiency Particulate Air (HEPA), sistem yang mampu memfilter udara.
"Filter ini membersihkan udara dari virus, kuman, dan partikel penyakit lainnya. Jadi digunakan di Rumah Sakit dan pesawat. Di ruang operasi, HEPA filter bekerja tiap 5 menit," ujar Dr. Dini di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, Jumat (28/8/2020).
Sementara di pesawat tiap 3 menit HEPA mengeluarkan udara di dalam kabin, dan menggantinya dengan udara dari luar. Jadi bisa dipastikan bahwa 99,99 persen HEPA ini efektif mengurangi risiko penularan Covid-19 di pesawat.
Pernyataan Dr. Dini kemudian diperkuat oleh hasil riset terbaru yang dikeluarkan Massachusetts Institute of Technology (MIT) yang menemukan penularan Covid-19 kepada penumpang saat berada di kabin pesawat nyaris tidak ada.
"Riset MIT dilakukan sejak bulan Februari sampai awal Agustus kemarin. Hasilnya hanya 1 penumpang tertular Covid dari 4.300 penumpang penerbangan di Amerika Serikat yang disurvei. Artinya teknologi HEPA yang memfilter udara di kabin pesawat terbukti bekerja dengan baik," ungkap Dr. Dini.
Pembuktian terbang dengan pesawat juga semakin aman dijamin saat setelah dan sebelum penerbangan kata dr. Dini pihak maskapai akan melakukan pembersihan tingkat tinggi. Di mana barang-barang yang pernah disentuh penumpang akan disemprot dengan desinfektan.
Ada juga kata Dr. Dini, beberapa pesawat yang mensterilisasi pesawat dengan sinar UV setelah melakukan penerbangan, sehingga aman digunakan untuk penerbangan selanjutnya.
Baca Juga: Pegawai Terpapar COVID-19, Ini Langkah Suzuki untuk Pabrik Tambun
Sementara itu berdasarkan pengalaman suara.com terbang ke Bali dengan AirAsia. Meski awalnya takut karena pandemi belum usai, tapi selama perjalanan maskapai cukup menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
Termasuk di antaranya penumpang tidak boleh melepas masker kecuali untuk minum atau makan. Di tambah untuk bisa terbang harus mendapat status sehat oleh swab test atau rapid test. Pemeriksaan suhu saat tiba, dan diberikan hand sanitizer.
Uniknya, saat tiba di kabin pesawat, dari 3 kursi yang ada, penumpang hanya boleh mengisi kursi penumpang kanan dan kiri, sedangkan bagian tengahnya harus dibiarkan kosong.
Ditambah saat turun, jika biasanya menumpuk di kabin seraya berdiri. Kini, perilaku itu tidak lagi boleh dilakukan, penumpang harus menunggu penumpang terdepan keluar dengan durasi 30 detik per orang.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Asmara Lancar, Ini 5 Shio yang Diprediksi Beruntung 8 Februari 2026
-
Kapan Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026 Dibuka? Jangan Sampai Ketinggalan Jadwalnya
-
5 Rekomendasi Model Baju Imlek Wanita 2026 yang Nyaman dan Elegan
-
5 Lipstik Jadul Legendaris Mulai Rp10 Ribuan, Kualitas Tidak Murahan
-
Sosok Benny Indra Ardhianto, Wakil Bupati Klaten Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun
-
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
-
5 Sleeping Mask dengan Kolagen untuk Usia 40-an, Bikin Kulit Kencang saat Bangun Tidur
-
5 Produk Viva Cosmetics untuk Mencegah Penuaan Dini, Jaga Kulit Tetap Awet Muda
-
Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
-
Frame 50 Pas untuk Tinggi Badan Berapa? Ini 5 Rekomendasi Road Bike yang Cocok dan Anti Cedera