Suara.com - Pernahkah kamu tengah membersihkan kamar mandi dan tiba-tiba saja seekor kecua terbang ke arahmu? Sebagian akan teriak histeris ketika persitwa itu terjadi.
Kecoak besar dan licin dan tumbuh subur di area gelap dan lembap di rumah. Sebagian mengganngapnya menjijikkan.
Kecoak juga sudah ada sejak zaman dinosaurus. Bahkan ada bukti menunjukkan kecoak dapat bertahan dari ledakan nuklir.
Tetapi dalam hal bahaya yang mereka timbulkan terhadap kesehatan manusia, tanggapan kita terhadap kecoak tidaklah rasional, kata Jeffrey Lockwood, profesor ekologi di Universitas Wyoming.
Lockwood adalah penulis The Infested Mind: Why Humans Fear, Loathe, And Love Insects. Lalu kenapa banyak orang takut dan benci kecoa?
“Anak-anak kecil memiliki kecenderungan untuk mendekati dan mengamati serangga,” katanya. Tetapi tumbuh besar di Amerika, di mana serangga dipandang sebagai gangguan yang tidak diinginkan dan, paling buruk, pembawa penyakit yang menjijikkan, kebanyakan anak dengan cepat belajar bahwa "serangga" adalah penjahat untuk ditampar atau dihancurkan," kata Lockwood seperti dilansir dari Time.
Gagasan bahwa ketakutan dalam beberapa hal dipelajari tidaklah sulit untuk dibuktikan. Tetapi meskipun ketakutan kita terhadap kecoak mungkin tidak sebanding dengan risiko yang ditimbulkannya, Lockwood mengatakan ketidaksukaan kita terhadap kecoak itu tidak sepenuhnya tidak masuk akal.
Ada sekitar 4.600 spesies kecoa di seluruh dunia, dan beberapa spesies membawa alergen, termasuk yang memicu asma, katanya.
Kecoak juga dapat membawa bakteri penyebab penyakit, meskipun CDC mengatakan hanya ada “sedikit bukti” yang mengaitkannya dengan wabah penyakit.
IKLAN
Baca Juga: Ngeri-Ngeri Seru, Festival Tahunan Balap Kecoa 2020 Curi Perhatian
Namun, jika menyangkut serangga yang dapat menyakiti Anda, peringkat kecoak cukup rendah.
“Anda bisa berargumen bahwa nyamuk adalah hewan paling mematikan di planet ini selain manusia,” kata Lockwood. “Tapi tentu saja kami tidak menanggapi nyamuk seperti yang kami lakukan terhadap kecoak.”
Jadi, ada apa dengan kecoak yang benar-benar membuat kita takut? Banyak dari sifat kecoa memicu apa yang Lockwood sebut sebagai refleks rasa jijik yang tertanam.
"Rasa takut dan jijik adalah dua emosi negatif manusia yang universal," jelasnya. "Yang satu menandakan bahaya langsung, dan yang satu menandakan potensi penyakit atau kontaminasi."
Jika kedua emosi itu membentuk diagram Venn, kecoak akan berlarian di dalam area tumpang tindih. “Kecoak berminyak, yang merupakan sinyal nyata untuk rasa jijik,” kata Lockwood.
"Ya, kecoak benar-benar bau: mereka menyimpan asam urat di tubuh mereka, yang merupakan komponen utama urin manusia.
Sementara banyak serangga bersayap cepat, kecoak — untuk ukurannya — mungkin adalah makhluk darat tercepat di Bumi. Satu eksperimen mencatat seekor kecoa Amerika bergerak dengan kecepatan hampir 3,5 mil per jam.
"Saya skeptis dengan gagasan bahwa orang memiliki ketakutan bawaan," kata Lockwood.
“Tapi tentu saja ada beberapa hal yang lebih mudah dipelajari bagaimana cara takut, dan kecoak adalah salah satunya karena mereka menyentuh semua kecenderungan ini.” (
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Ayam Goreng Kian Beragam, Ini Tren Rasa yang Bertahan Lebih dari Satu Dekade
-
Tren Baru Cat Parents Biar Anabul Panjang Umur
-
Mau Kuliah di Kampus Top Luar Negeri? 4 Strategi Susun Portofolio untuk Raih Beasiswa Impian
-
Air Bersih Belum Tentu Aman? Mengapa Keluarga Modern Kini Lebih Selektif Memilih Air Minum
-
Healing Maksimal di Negeri Naga Guntur: 5 Pengalaman Wellness di Bhutan yang Wajib Dicoba
-
Bagaimana Cara Dapat Kompensasi Pemadaman Listrik PLN?
-
5 Cara Selamatkan ASIP di Freezer saat Listrik Padam Berjam-jam, agar Tak Terbuang Sia-Sia
-
Gaya Bohemian Kembali Jadi Tren, Sandal Kasual Naik Kelas Lewat Kolaborasi Fashion
-
Kenapa Akhir-Akhir Ini Sering Mati Listrik? Ini Jawaban PLN
-
Kenapa PLN Melakukan Pemadaman Listrik? Ini 5 Alasannya