Suara.com - Belakangan, China mengalami permasalahan serius terkait limbah makanan yang ada di negara mereka. Oleh karenanya, belasan ribu akun mukbang yang dianggap membuang makanan akhirnya ditutup oleh organisasi pengawas internet China.
Jumlah limbah makanan di China rupanya membuat Presiden Xi Jinping prihatin dan mengambil tindakan tegas. Beberapa kebijakan yang diambilnya termasuk mengurai limbah makanan dengan menggunakan sejumlah metode.
Terbaru, pemerintah setempat juga rupanya memberikan batasan terhadap tren makan besar alias mukbang yang menjadi salah satu konten populer di China.
Dikutip Suara.com dari laman South China Morning Post (SCMP), Jumat (4/9/2020), pemerintah China menggandeng organisasi bernama Cyberspace Administration of China untuk mengawasi konten kulineran di internet.
Dari pemeriksaan berkala, akhirnya sebanyak belasan ribu akun terpaksa diblokir atau ditutup dari internet. Tentu saja, alasan pemerintah bukan lain karena akun-akun tersebut dianggap melanggar kebijakan.
Pemerintah setempat menganggap bahwa video mukbang ini membuat orang-orang termotivasi untuk membeli banyak makanan tanpa menyantapnya sampai habis melainkan hanya digunakan sebagai bahan konten.
Bagi Anda yang belum familiar, mukbang sebenarnya merupakan budaya makan dalam jumlah cukup banyak dari Korea Selatan.
Konten mukbang ini populer pada tahun 2010 dan tren tersebut seiring berjalannya waktu semakin diminati banyak orang dari berbagai belahan dunia, termasuk China.
Di China sendiri, konten mukbang sangat sering diunggah melalui situs bernama Douyin dan juga Kuaishou. Sejumlah situs berbagi video di China telah memberikan peringatan dalam kata pencarian mukbang, kompetisi makan dan juga mukbang.
Baca Juga: Mau Jadi YouTuber Mukbang? Ketahui Dulu 5 Fakta Berikut
Peringatan ini mengajak orang-orang untuk menyantap makanan dengan porsi normal. Selain itu, tersirat pesan yang menghimbau warga masyarakat China untuk menghargai dan tidak membuang-buang makanan.
Beberapa orang mendukung gerakan tersebut tapi tidak sedikit pula yang menolak kebijakan pemerintah China itu.
Menurut mereka yang menolak, seharusnya pemerintah tidak memiliki hal untuk mengatur porsi makan seseorang di negara mereka.
Ternyata bukan kali pertama China mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan limbah makanan. Tahun 2013 silam, sempat muncul kampanye 'Clean Plate' yang dikeluarkan oleh pemerintah Beijing.
Kebijakan 'Clean Plate' ini tentu saja memiliki tujuan agar warga masyarakat bertindak bijak dan mengurangi limbah makanan dari berbagai acara seperti festival atau pesta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Sertifikasi Halal UMKM Bayar Berapa? Simak Rincian Biayanya
-
Moisturizer Apa yang Cepat Memutihkan? Ini 5 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah dan Glowing
-
Di Mana Saya Bisa Membeli Sepatu Lari dengan Harga Terjangkau?
-
Skincare Hada Labo Ada Apa Aja? Ini 4 Rangkaiannya yang Aman untuk Kulit Sensitif
-
4 Sepatu Lari Lokal dengan Bantalan Empuk Sesuai Review Pembeli
-
Lipstik Apa yang Tidak Membuat Bibir Hitam? Ini 9 Rekomendasi yang Sudah BPOM
-
4 Merek Skincare Asal Jepang di Indonesia yang Terbaik dan Halal
-
Troya, Destinasi di Turkiye yang Menghidupkan Kembali Legenda Perang Paling Terkenal di Dunia
-
3 Rekomendasi Sampo Non-SLS untuk Kulit Kepala Gatal di Bawah Rp100 Ribu, Lengkap dengan Review
-
5 Serum yang Ampuh Hempas Bruntusan Sesuai Review Pembeli, Tekstur Kulit Jadi Lebih Halus