Suara.com - Profesi selebgram atau influencer menjadi salah satu yang banyak diincar anak muda zaman sekarang. Selain sepintas terlihat mudah, ada juga yang ingin menjadi influencer demi mendapat barang gratis.
Fenomena selebgram yang minta barang gratis dengan alasan endorse ini sudah sering membuat geram banyak pihak. Meski begitu, masih ada yang belum kapok meminta gratisan.
Belum lama ini, sosok Rita Nurmaliza menjadi viral karena videonya menyindir para selebgram. Rita Nurmaliza sebelumnya dikenal karena memenangkan gelar Miss Earth - Fire Indonesia 2017.
Selain itu, Rita Nurmaliza juga merupakan wakil Indonesia dalam ajang kontes kecantikan Miss Asia Pacific International.
Lewat unggahan TikTok miliknya, wanita berusia 24 tahun ini membagikan video menirukan gaya selebgram saat belanja. Video itu juga diunggah ulang di Instagram @dagelan.
"Selebgram pas beli baju," tulis caption di video Rita Nurmaliza.
Di sana, dirinya memerankan selebgram yang tengah membeli setumpuk baju. Saat tiba di kasir, harga baju itu ternyata mencapai Rp 978 ribu.
"Jadi gini, saya kan influencer. Selebgram. Followers saya udah 20 ribuan. Tadi saya udah boomerang juga pakai baju ini. Gimana kalau kita barter, mbak kasih baju ini gratis ke saya, nanti saya posting di Instagram saya. Gimana?"
Rita Nurmaliza lantas melanjutkan aktingnya dan menulis bahwa toko tersebut hanya bisa memberikan diskon 10%. Pegawai toko juga tak bisa menyerahkan baju secara gratis.
Baca Juga: Dikira Tidak Sopan, Pembeli Ini Langsung Diblokir Usai Sebut Asal Kota
"Gimana ya, orang itu kalau mau endorse saya bayarnya 500 ribu per foto. Sekarang saya nggak charge biaya endoresement, gratis buat mbak."
"Tapi saya kan influencer, selebgram, 20 ribu followers. Nggak bisa? Yaudah nggak jadi," ucapnya menyindir selebgram yang masih suka minta gratisan.
Tidak hanya itu, Rita Nurmaliza lantas menutup video dengan berlagak curhat pada para pengikutnya karena ditolak mendapat barang gratis.
Video Rita Nurmaliza ini lantas viral. Di Instagram @dagelan, video tersebut sudah ditonton 1,5 juta kali. Sementara, video asli di TikTok sudah dilihat 3,8 juta kali.
"Influencer mental gratisan. Ada? Banyak," tulis salah satu komentar setuju.
"Influencer, selebgram, apa pengemis sih sebenernya?" tulis komentar lain.
"Nyindir siapa ini tuh," tanya netizen.
"Gue pernah ditawari selebgram yang followersnya 10k, minta gratisin produk olshop-ku, sekaligus dia minta free ongkir kirim ke dia... terus gue tolak wkwk," curhat komentar lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?