Suara.com - Wisata Batu Cermin di Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur dicanangkan akan jadi salah satu destinasi super prioritas dan termasuk dalam pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Namun sebelum masuk dalam proyek pemerintah, Batu Cermin sebenarnya telah eksis di antara masyarakat lokal dan juga para wisatawan. Namun pengelolaan dan tata letak fasilitasnya masih acak.
"Dulu ada masa bangunan terdiri dari pusat informasi, kafetaria, loket tiket, gedung pengelolanya, semua tersebar tapi di area sini," papar Kepala satuan kerja pelaksanaan khusus pengembangan KSPN Labuan Bajo Denny Surya Martha saat dikunjungi media di kawasan pembangunan Batu Cermin, Labuan Bajo, Minggu (13/9/2020).
Atas arahan Presiden Joko Widodo, wisata Batu Cermin akhirnya didesain ulang dengan bantuan dari arsitek ternama Yori Antar. Ketika suara.com mengunjungi area proyek, nampak bangunan depan telah dibuat pondasi dan tiang-tiang. Dikatakan Denny bahwa bangunan itu akan digunakan sebagai loket tiket masuk, pusat informasi, toko sovenir, toilet, hingga tempat makan.
Batu Cermin termasuk dalam wisata geopark. Lokasi itu disebut merupakan bekas lautan yang mengering. Terdapat gua yang di dalamnya tersimpan fosil penyu, ikan, dan koral. Tapi jangan harap bisa menemukan cermin di dalam gua itu.
Disebutkan bahwa kenapa diberi nama Batu Cermin, lantaran di dalam gua bisa masuk cahaya matahari dari sela-sela batu, yang jika terdapat genangan air bekas hujan akan terpantulkan ke dinding gua.
Selain ke arah gua, ada tumpukan batu setinggi kurang lebih sepuluh meter yang diberi nama Batu Payung, menyesuaikan dengan bentuknya. Banyak versi cerita rakyat yang menggambarkan tentang batu tersebut. Namun belum ada penelitian khusus mengenai batu tersebut.
"Target akhir tahun 2020 (selesai), pembangunan sudah hampir 50 persen. Kendala teknis hanya di awal ketika ada Covid sangat mengganggu jadwal kita," katanya.
Akibatnya, pembangunan baru mulai dilakukan setelah lebaran, ketika bahan material juga pekerja telah bisa didatangkan ke area proyek.
Wisata Batu Cermin itu dibangun di atas lahan seluas 0,9 hektare. Areanya yang rimbun dan dikelilingi pohon bambu di sepanjang jalan menuju batu payung dan gua. Ketika angin berdesir akan terdengar gesekan daun bambu yang membuat Anda merasa ada di tengah hutan.
Baca Juga: Menangkap Keindahan Bukit Cinta dan Bukit Teletubbies di Labuan Bajo
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
5 Cushion Tahan Lama dan Anti Oksidasi untuk Kulit Berminyak
-
Mengenal Dekat Tamara Bleszynski: Siapa Suami dan Ada Berapa Anaknya Sekarang?
-
Siapa Pemilik Selat Hormuz? Kawasan yang Bikin AS Harus Blokade Total dalam Perang Lawan Iran
-
Siapa yang Pertama Kali Menyebarkan Chat Dugaan Pelecehan oleh Mahasiswa FH UI?
-
Isi Chat Grup 16 Mahasiswa FH UI yang Viral, Begini Kronologi dan Fakta Terbarunya
-
5 Sabun Cuci Muka yang Tidak Berbusa, Kulit Lembap Anti Ketarik
-
5 Rekomendasi Parfum Lokal Pria yang Aromanya Disukai Wanita dan Tahan Lama
-
Apakah Pinjol Memengaruhi Skor Kredit untuk KPR Subsidi? Ini Trik Supaya Pengajuan DIterima
-
Siapa Zaki Abbas? Bocil Gaul yang Viral, Gaya Main Bola Jadi Tren Idol KPop
-
4 Body Lotion Ukuran Jumbo yang Melembapkan Kulit dan Ramah di Kantong