Suara.com - Memiliki tampilan bak remaja mungkin merupakan mimpi bagi sebagian orang. Meski begitu, lain halnya dengan pria bernama Denis Vashurin yang terjebak dalam tubuh remaja 14 tahun ini.
Sosok Denis Vashurin menjadi pembicaraan setelah dirinya melakukan wawancara di kanal Youtuber Rusia populer "Vasya na sene".
Melansir Oddity Central, Denis adalah pria kelahiran 1987. Meski begitu, orang-orang sering mengira bahwa Denis masih berumur 14 tahun dan tak percaya dengan umur aslinya.
Denis Vashurin tinggal di desa kecil di daerah Krasnoyarsk, Rusia. Hal ini dia lakukan untuk menghindari perhatian dari orang-orang.
Bukan tanpa alasan, tubuh Denis membuatnya sering dikira masih anak-anak. Keanehan ini sudah disadari orangtua Denis sejak dia masih kecil.
Pria 32 tahun ini selalu menjadi yang terkecil di antara teman-temannya, tapi hal tersebut tidak pernah dipermasalahkan. Denis juga tetap tumbuh normal hingga remaja.
Namun, begitu menginjak remaja, Denis berhenti bertumbuh sepenuhnya. Dalam foto kelulusan SMA, Denis pun terlihat seperti anak SD jika dibandingkan teman-temannya.
"Ketika aku sadar aku tidak akan berubah lagi secara fisik, awalnya aku merasa tidak nyaman," ujar Denis.
"Aku memikirkan bagaimana semuanya akan terjadi, bagaimana hidupku akan berjalan, apakah ini akan berat bagiku," imbuhnya.
Baca Juga: Vaksin Covid-19 Sinovac Siap Diuji Coba ke Ratusan Remaja dan Anak-anak
Selama tinggal di desa, Denis memiliki hobi berburu dan memancing. Namun, ada kalanya Denis bertemu orang asing yang meragukan umurnya.
Salah satunya, Denis pernah hampir ditilang polisi karena dituduh memalsukan SIM. Setelah menjelaskan umur aslinya, Denis malah diejek oleh polisi tersebut.
Pria 32 tahun tersebut juga mengatakan bahwa dirinya tampak muda, tapi kepribadiannya seperti orang dewasa. Bahkan, pacar Denis menjulukinya seperti "kakek-kakek".
"Aku membosankan, keras kepala, dan malas seperti beruang saat hibernasi," jelas Denis.
Denis Vashurin juga beruntung karena memiliki pacar yang memahami kondisinya dan sudah empat tahun bersama. Meski begitu, Denis berharap orang lain tidak menghakiminya dari penampilan.
"Kau tidak bisa menjalani hidupku," ungkapnya. "Kau tidak tahu caranya hidup di tubuh ini, di situasi ini, dan kau akan menjadi orang seperti apa. Oleh karena itu, berhentilah menghakimi," tuturnya menutup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi