Suara.com - Selain dapat menyebabkan kebakaran, ternyata ada bahaya puntung rokok lainnya. Misalnya dampak buruk puntung rokok bagi lingkungan. Simak penjelasan bahaya puntung rokok bagi lingkungan berikut ini.
Kampanye bebas plastik di seluruh dunia semakin gencar dilakukan, maka orang-orang mulai berbondong-bondong untuk berhenti menggunakan sedotan plastik. Mungkin Anda termasuk salah satunya?
Namun, apakah kita pernah mendengar perlakuan yang sama tentang sampah plastik yang lain, yaitu puntung atau filter rokok? Padahal, puntung rokok ini merupakan salah satu barang yang paling banyak mengotori bumi.
Kalau diperhatikan, kita selalu bisa menemukan puntung rokok ini di jalanan, taman, pantai, hingga saluran air. Dan ternyata memang banyak perokok yang mengaku membuang puntung rokok secara sembarangan.
Alasannya mungkin karena mereka menganggap bahwa puntung rokok yang dibuang sembarangan itu dapat terurai dan entah bagaimana tidak menganggapnya sebagai sampah.
Lantas, apa sebenarnya bahaya puntung rokok bagi lingkungan? Dan apa solusi yang dapat dilakukan agar bahaya puntung rokok dapat dihindari?
Ada penelitian yang menemukan bahwa puntung rokok justru membutuhkan waktu yang lama untuk terurai, dan apabila dibuang sembarangan akan merusak lingkungan hidup.
Puntung rokok ini terdiri dari ribuan serat selulosa asetat, yang meskipun dapat terurai secara biologis, namun membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai.
Baca Juga: Bawa Rokok Ilegal Rp37,2 Milyar, Kapal Kayu Nekat Tabrak Patroli
Serat selulosa asetat, seperti mikroplastik lainnya, juga merupakan polutan umum yang ditemukan di ekosistem, bahkan terakumulasi di dasar laut bagian dalam.
Selain puntung rokok, filter rokok bekas juga mengandung ribuan bahan kimia yang dapat membunuh tanaman, serangga, tikus, jamur, hingga makhluk hidup lainnya.
Bahkan, beberapa bahan kimia yang terkandung dalam filter rokok bekas juga dikenal sebagai karsinogen, yaitu senyawa penyebab kanker. Sangat berbahaya, bukan?
Solusi yang dapat dilakukan
Mengingat bahaya puntung rokok untuk lingkungan dan kesehatan tubuh, maka solusi yang perlu dilakukan adalah melarang atau membatasi jumlah rokok yang beredar di Indonesia.
Atau bisa juga dengan cara menaikan harga rokok yang baru-baru ini sedang dilakukan pemerintah Indonesia dengan harapan mengurangi jumlah perokok.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Perbedaan Parfum EDP dan EDT, Mana yang Wanginya Paling Tahan Lama?
-
5 Rekomendasi Parfum Aroma Bayi dari Brand Lokal, Wangi Lembut Bikin Nyaman Seharian
-
Promo Susu UHT 1 Liter Cuma Rp17 Ribuan di Indomaret, Alfamart, Superindo
-
4 Zodiak Paling Hoki Hari Ini 12 April 2026, Apakah Kamu Termasuk?
-
6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
-
Healing Sederhana di Tengah Kota: Saat Interaksi dengan Banyak Hewan Peliharaan Jadi Obat Stres
-
5 Shio Paling Hoki pada 13-19 April 2026, Siap-Siap Kebanjiran Keberuntungan
-
5 Rekomendasi Parfum Aroma Kopi dari Brand Lokal, Wangi Hangat dan Tahan Lama
-
AI hingga Sertifikasi Internasional, Kunci Cetak Generasi Unggul di Industri Pariwisata Global
-
Terpopuler: Shio Paling Hoki 12 April 2026, Top 7 Sepatu Lokal Senyaman Nike dan ASICS