Suara.com - Serangan hama wereng coklat jadi kekhawatiran terbesar para petani karena sangat signifikan menurunkan produksi padi. Hama ini merusak tanaman dengan cara mengisap cairan di batang tanaman. Namun, Badan Litbang Pertanian atau Balitbangtan Kementan RI berhasil mengembangkan spesies tanaman unggul (varietas) padi Inpari IR Nutri Zinc, yang terbukti aman dari hama wereng coklat.
"Untuk diketahui bahwa pada saat melakukan pertanaman padi, terjadi serangan hama wereng coklat pada kawasan persawahan, tetapi varietas Inpari IR Nutrizinc relatif tahan dan aman dari serangan hama sehingga petani semakin antusias untuk mengembangkan varietas ini dan menjadi primadona baru bagi petani,”ujar Ketua Kelompok Tani le Ray, Agustinus Kore, melalui siaran pers yang diterima suara.com, Senin (26/10/2020).
Fakta itu disampaikan Agus saat saat melakukan panen di kawasan sawah seluas 5 hektar di tepi sungai Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat, 23 Oktober 2020.
Varietas padi yang diluncurkan pada 2019 ini berhasil dipanen sebanyak 6,7 ton per hektar, meski panen dilakukan saat NTT sedang di puncak musim kemarau.
Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menjelaskan bahwa dalam beras Inpari IR Nutri Zinc ini terkandung Zn yang tinggi, yang sangat cocok untuk mengatasi stunting yang masih terjadi NTT.
Zn adalah singkatan dari zinc, mineral yang bisa memaksimalkan penyerapan karbohidrat di tubuh, sehingga karbohidrat bisa diserap di tubuh anak dengan cepat.
“Hadirnya inovasi varietas pangan fungsional ini merupakan percepatan hilirisasi teknologi pertanian,”ungkap Fadjry.
Berdasarkan hasil penelitian tim pemulia varietas Inpari IR Nutri Zinc, varietas ini memiliki rata-rata kandungan Zn 29,54 ppm (parts per million) dengan potensi maksimal mencapai 34,51 ppm. Rata-rata hasil produksi padi varietas IR Nutri Zinc ini setara dengan padi ciherang (padi unggulan) yaitu sebesar 6,21 ton per hektar dengan potensi produksi mencapai 9,98 ton per hektar.
Ditambah tekstur nasinya pulen, akan disukai oleh sebagian besar konsumen di Indonesia, apalagi keunggulannya yang tahan terhadap hama, menambah kelebihan varietas padi ini.
Baca Juga: VIRAL Petani Aceh Angkut Padi Pakai Lamborghini, Sultan dan Raja Lewat!
"Kami berharap varietas ini dapat diadopsi dan berkembang di kelompok tani lain di NTT untuk membantu pemerintah dalam mengatasi stunting,” timpal Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT, Procula Rudlof Matitaputt.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Warga Jaksel dan Jaktim Harap Bersiap, Hujan Ringan Diprediksi Turun Jumat Malam
-
6 Malam 6 Wilayah Iran Hancur Dibom Amerika Serikat
-
Harga Emas Jatuh Parah Selama Perang AS - Iran Kembali Meletus
-
Siapa Sosok Angga? Pihak Swasta yang Diduga 'Setir' Audit BPK di Muara Enim
-
Iran Bantah Donald Trump: Tidak Ada Mata-mata Amerika Serikat Dibebaskan dari Penjara
-
Perang di Selat Hormuz Makin Menggila, Ledakan Beruntun Guncang Kota Besar Iran
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP