Suara.com - Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, adalah salah satu kawasan Cagar Biosfer yang sudah berada di bawah naungan UNESCO sejak Januari 1977. TNK adalah habitat asli bagi 5.700 ekor hewan purba kadal raksasa atau yang dikenal komodo itu.
Cagar biosfer adalah wilayah asli atau kawasan yang terdiri dari darat, laut, dan pesisir yang dilindungi sebagai tempat konservasi keanekaragaman hayati, dan kehidupan berkelanjutan.
TNK dianggap sedang mendapat ancaman karena adanya rencana pembangunan tempat wisata 'jurassic park' di lahan seluas 219.322 hektar itu. Rencana ini lantas mendapat kecaman dari lintas masyarakat karena dianggap bisa merusak habitat asli, hewan langka pemakan rusa itu.
Apalagi di pulau Rinca, Komodo, dan Padar itu adalah tempat komodo berkembang biak dan berburu makanan mereka. Pembangunan tempat wisata selain mengganggu habitat asli komodo, juga bisa berimbas pada rusaknya sosial ekonomi masyarakat sekitar, karena semakin banyak pekerja dan pariwisata yang berdatangan, dan mata pencaharian masyakat lokal semakin termarjinalkan.
Selain TNK, masih ada sederet cagar biosfer di Indonesia yang masuk dalam naungan UNESCO, seperti yang dirangkum dan dikutip suara.com, dari situs UNESCO Selasa (27/10/2020).
1. Bromo Tengger Semeru-Arjuno
Cagar biosfer ini terletak di Jawa Timur, yang terdiri dari gunung berapi aktif bernama Gunung Bromo dengan ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut (mdpl). Di dalam kawasan ini terdapat 1.025 spesies flora yang dilaporkan, ada lebih dari 226 spesies anggrek, serta 260 tanaman obat dan tanaman hias di kawasan tersebut.
2. Taka Bonerate-Kepulauan Selayar
Cagar biosfer ini terletak di Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Kawasan ini terdiri dari wilayah laut yang sangat luas yang terdiri dari pulau-pulau kecil, apalagi kekayaan bawah laut dengan berbagai terumbu karang yang indah.
Di pinggir pantai terdiri dari hutan bakau yang berfungsi sebagai penahan abrasi dari gelombang laut yang kuat. Hutan bakau ini juga kerap jadi tempat berteduh dan bertelurnya berbagai jenis ikan dan habitat para burung.
3. Siberut
Siberut adalah rangkaian empat Kepulauan Mentawai yang terletak di lepas pantai barat Sumatera. Kawasan ini adalah tempat yang sudah terisolasi dari dataran Sumatera selama kurang lebih 500.000 tahun, sehingga endemisme yang hidup di kawasan ini adalah hewan langka.
Baca Juga: Tagar Save Komodo Trending, Ini Kawasan Terindah di Taman Nasional Komodo
Lebih dari 65 persen mamalia dan 15 persen tumbuhan di Siberut adalah endemik langka, yang menjadikan kawasan ini sebagai tempat unik di dunia. Spesies siamang, monyet mentawai, monyet daun mentawai, dan monyet berhidung pesek ekor babi hanya bisa ditemukan di cagar alam ini.
4. Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu
Terletak di ujung timur Provinsi Kalimantan Barat, tepatnya di Pulau Kalimantan, cagar biosfer ini terdiri dari dua taman nasional, yaitu Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Kawasan ini menampilkan hutan hujan tropis di dataran rendah dan pegunungan yang jadi rumah bagi keanekaragaman flora dan fauna.
5. Giam Siak Kecil-Bukit Batu
Cagar biosfer ini terdiri dari kawasan lahan gambut di Sumatera dengan produksi kayu yang berkelanjutan, dan dua lokasi suaka margasatwa. Kawasan ini merupakan rumah bagi harimau Sumatera, gajah, tapir dan beruang madu. Biasanya kawasan ini dijadikan untuk penelitian meliputi pemantauan spesies unggulan dan studi mendalam tentang ekologi lahan gambut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas