Suara.com - Program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Merdeka Belajar memasuki episode 6. Kali ini program lebih berfokus pada perubahan pendanaan untuk perguruan tinggi, agar sarjana bisa menjawab kebutuhan industri di masyarakat.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan ada 3 program pendanaan yang akan diberikan Kemendikbud untuk perguruan tinggi. Yang pertama adalah setiap perguruan tinggi yang bisa memenuhi 8 indikator kinerja utama (IKU), yang diprediksi bisa mengubah sistem pendidikan perguruan tinggi Indonesia.
Saat perguruan tinggi bisa memenuhi 8 IKU ini, maka Kemendikbud akan memberikan dana berupa biaya operasional untuk perguruan tinggi. Sehingga tujuan permerintah, yaitu menjadikan mahasiswa unggul dan mendorong riset dosen menjadi lebih lengkap dan komprehensif bisa tercapai.
Adapun daftar 8 IKU yang harus dipenuhi agar perguruan tinggi bisa mendapat pendanaan operasional, di antaranya:
- Kualitas lulusan, salah satu indikatornya upah yang didapat lulusan.
- Jumlah mahasiswa yang dapat pengalaman di luar perguruan tinggi.
- Jumlah dosen berpengalaman di luar perguruan tinggi.
- Praktisi yang diundang mengajar berbagai jenis mata kuliah, baik di dalam atau di luar perguruan tinggi.
- Berbagai riset yang dilakukan dosen di perguruan tinggi.
- Jurusan atau program studi bekerjasama dengan internasional.
- Penilaian berbasis ruang kelas, jumlah mata kuliah, dan sebagainya.
- Jumlah jurusan atau program studi yang berstandar internasional.
Lalu yang kedua adalah pendanaan khusus industri yang mau mendorong dan membantu mahasiswa maupun dosen bisa lebih berkembang. Seperti memberikan edukasi apa saja bidang pekerjaan yang dibutuhkan industri, atau peluang atau tren usaha apa saja di masa depan yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat.
Trobosan dana ini dinamakan matching fund, seperti namanya mematchingkan dan menyandingkan sarjana dengan dunia industri.
"Kalau industri berkontribusi terhadap perguruan tinggi, dan mitra juga berkontribusi. Maka Kemendikbud juga akan melakukan matching fund untuk membantu kontribusi tersebut," jelas Nadiem dalam acara peluncuran Merdeka Belajar Epidose 6, Selasa (3/11/2020).
Trobosan tiga adalah pendanaan kompetitif, program ini digalakan untuk mendorong inovasi, terobosan, dan penemuan di masa mendatang yang berhasil dilakukan perguruan tinggi. Melalui inovasi, Indonesia dipercaya bakal dipandang dunia dengan berbagai penemuan yang berhasil diciptakannya.
"Ini adalah kompetitif fund untuk mendorong diferensiasi setiap universitas menemukan jati diri, menemukan spesialisasi, dan maju agar kita siap menghadapi masa depan," tukas Nadiem.
Baca Juga: Bantuan Kuota Internet Kemendikbud, Siswa : PJJ Lancar!
Berita Terkait
-
Green Energy Jadi Arah Baru Industri Maritim Indonesia
-
Mengenal Apa Itu Kain Majun Serta Fungsi dan Jenisnya
-
Kemasan Rokok Polos Bikin Efek Domino, Industri Kreatif Bisa Sepi Job
-
Industri Maritim Naik Kelas, Digitalisasi Perkuat Layanan Kapal hingga Kepelabuhanan
-
Epson Hidupkan Pengalaman Visual di Live Showcase Naura Ayu lewat Projection Mapping
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN