Suara.com - Merasakan dampak kontraksi ekonomi yang parah selama 9 bulan pandemi Covid-19, Asosiasi Pariwisata Visit Wonderful Indonesia atau VIWI Board meminta Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang masa berlakunya berakhir pada 22 November 2020 mendatang.
"Kami mewakili dari sektor asosiasi-asosiasi pariwisata, menyampaikan permintaan kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta untuk dapat mencabut PSBB transisi. Atau paling tidak kata PSBB transisi ini akan berakhir pada tanggal 22 November, maka PSBB transisi ini hendaknya dihentikan, jadi artinya kita menuju pada kondisi normal," ujar Ketua VIWI Board, Haryadi Sukamdani, Senin (16/11/2020).
Permintaan ini disampaikan setelah para asosiasi mengevaluasi praktik PSBB transisi yang sudah berjalan hampir 9 bulan, tapi pada praktiknya tidak ada ketegasan pemerintah saat banyaknya pelanggar protokol kesehatan.
Itulah mengapa para asosiasi pariwisata menganggap PSBB transisi atau pembatasan lainnya sudah tidak lagi relevan. Apalagi sektor usaha pariwisata yang mereka geluti selama ini terus menerus terpukul.
"Seluruh kegiatan aktivitas di sektor usaha pariwisata dikembalikan kepada kondisi normal. Artinya tidak ada pembatasan kapasitas dan juga tidak ada pembatasan jam operasional," ungkap Haryadi.
Meski begitu, Haryadi berdalih bersama 18 asosiasi industri pariwisata lainnya meski PSBB nantinya dicabut dan dikembalikan dalam kondisi normal, pihaknya akan tetap menjalankan protokol kesehatan untuk melindungi pegawai dan pelanggan yang berdatangan.
"Kami akan melakukan protokol kesehatan, karena itu memang adalah komitmen kami menjaga konsumen kami. Jadi akan kami lakukan, hanya saja memang kami menghendaki PSBB transisi itu dapat diakhiri," terang Haryadi.
Tidak hanya itu, merasa pemerintah tidak memberikan stimulus berarti untuk kembali menghidupkan roda perekonomian, Haryadi juga meminta pemerintah pusat dan Pemprov DKI tidak lagi memberlakukan PSBB di masa mendatang.
"Kami juga menyadari bahwa pemerintah memiliki keterbatasan untuk bisa memberikan stimulus yang ideal, oleh karena itu kami juga berharap bahwa PSBB nantinya tidak diberlakukan kembali," imbuh lelaki yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) itu.
Baca Juga: Terdampak Pandemi, 200 Restoran di Makassar Akan Dapat Bantuan Kementerian
"Tentunya ini adalah PR kita bersama, untuk bisa menjaga bagaimana pengelolaan dari penanganan penyebaran virus kita sendiri," tutupnya.
Sementara itu berdasarkan data di situs Covid19.go.id, pasca libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, cuti bersama dan long weekend pada 29 Oktober hingga 1 November 2020, kasus Covid-19 sempat mengalami kenaikan tertinggi pada 13 November dengan temuan kasus harian mencapai 5.444 kasus positif.
Di susul pada 14 November mencapai 5.272 kasus baru, dan kini pada 16 November temuan kasus kembali di angka 3.535 kasus positif baru per hari.
Tag
Berita Terkait
-
"Venesia dari Timur" di China: Kota Air Berusia 900 Tahun Ini Siap Memukau Turis Indonesia
-
Jember Fashion Carnaval 2026 Sedot Ribuan Wisatawan, Dongkrak Ekonomi Kreatif dan UMKM Lokal
-
Jember Fashion Carnaval 2026: Jadwal, Inovasi Tema HEAL dan Aksi Teatrikal Dewi Bumi
-
Liburan ke Malioboro Makin Asyik, Becak Listrik Gratis Kembali Beroperasi
-
Bobby Nasution Dorong Warisan Sejarah Nias Jadi Destinasi Wisata Dunia
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bea Cukai Ungkap 80% Nilai Ekspor CPO Berasal dari Kawasan Berikat
-
Powerbank Penumpang Batik Air Terbakar Saat Terbang
-
5 Tanaman Hias Pembawa Rezeki di Depan Rumah Menurut Feng Shui, Penarik Energi Positif
-
Kasus Obesitas RI Bisa Ancam Beban Ekonomi Puluhan Triliun per Tahun
-
Perbanas: Nominal Tabungan Masyarakat Terus Menurun, Rata-rata Hanya Punya Rp1,7 Juta
-
6 Tips Memilih Warna Lipstik Sesuai Acara agar Penampilan Makin Menawan
-
Pemkot Bandar Lampung Tertibkan Kabel Semrawut yang Merusak Estetika Kota
-
Standar Pendidikan Terus Naik, Standar Etika Politik Jalan di Tempat
-
UEFA Ancam Boikot FIFA, 55 Negara Eropa Siap Mundur dari Semua Turnamen
-
Ulasan Film Sajen Satu Suro: Teror Gaib Sesajen Pembawa Bencana dan Petaka!