- Desa Patakbanteng di Wonosobo mencatat 122 ribu kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 untuk mendaki Gunung Prau.
- Pemerintah desa menerapkan strategi ketahanan lingkungan untuk menjaga kelestarian alam dan budaya dari lonjakan kunjungan wisatawan.
- Pemerintah dan pihak swasta memberikan pendampingan berkelanjutan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal serta memperkuat kapasitas masyarakat setempat.
Suara.com - Pagi di Desa Patakbanteng biasanya dimulai dengan udara dingin yang menggantung di lereng Dieng. Di kejauhan, jalur menuju Gunung Prau mulai ramai oleh langkah pendaki yang datang mengejar satu hal yang sama: matahari terbit.
Dalam beberapa tahun terakhir, desa di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, itu semakin dikenal sebagai salah satu pintu masuk favorit menuju puncak. Saat musim liburan tiba, ribuan orang datang, memenuhi homestay, warung, dan jalur pendakian.
Bagi banyak desa wisata, lonjakan pengunjung sering dianggap kabar baik. Tetapi bagi Patakbanteng, pertanyaan yang muncul tidak berhenti pada bagaimana mendatangkan lebih banyak wisatawan.
Pertanyaannya menjadi: bagaimana desa tetap hidup tanpa kehilangan alam yang membuat orang datang?
Ketika Wisata yang Ramai Mulai Menguji Daya Dukung Desa
Pertanyaan itu menjadi semakin relevan ketika jumlah kunjungan terus meningkat. Sepanjang 2025, Patakbanteng mencatat lebih dari 122 ribu wisatawan lokal dan mancanegara.
Di banyak kawasan wisata alam, pertumbuhan seperti ini sering datang bersama konsekuensi: tekanan pada lingkungan, meningkatnya produksi sampah, perubahan fungsi ruang, hingga berkurangnya kapasitas alam untuk pulih.
Desa wisata di berbagai daerah juga mulai menghadapi tantangan yang sama—bagaimana menjaga agar ekonomi tumbuh tanpa membuat lanskap dan budaya lokal kehilangan ruang.
Namun Patakbanteng mencoba mengambil jalan berbeda. Desa ini mulai menempatkan ketahanan lingkungan dan pengelolaan wisata sebagai bagian dari strategi pembangunan, bukan sekadar pelengkap promosi destinasi.
Baca Juga: Bukan Sekadar Estetik: Alasan Mengapa Menepi ke Alam Kini Menuntut Tanggung Jawab Baru
Pendekatan tersebut membawa Patakbanteng masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 dan meraih Juara 1 kategori Resiliensi.
Menjaga Alam Sekaligus Menjaga Ekonomi Lokal
Selepas penghargaan itu, pengembangan desa dilanjutkan melalui pendampingan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program Bakti BCA.
Meski demikian, arah pengembangan yang dibangun tidak hanya berfokus pada menambah jumlah kunjungan.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan pendampingan dilakukan untuk membantu desa mengembangkan potensinya secara berkelanjutan melalui penguatan kapasitas masyarakat, pengelolaan destinasi, dan perluasan akses pasar.
Pendekatan ini berangkat dari gagasan sederhana: desa wisata tidak cukup hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga perlu tetap layak dihuni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Bukan Sekadar Ekspor Mentah: Mengapa Hilirisasi Rumput Laut Penting bagi Indonesia?
-
Doa Tahun Baru Islam Dibaca Jam Berapa? Simak Waktu Terbaik Menyambut 1 Muharram
-
Tren Wisata Gen Z 2026: Tak Lagi Cari Hotel Mewah, Fokus Pengalaman Lokal
-
Apakah Boleh Jadi Mualaf karena Menikah? Begini Hukumnya dalam Islam
-
5 Serum Peptide untuk Rawat Kulit Keriput, Nomor 1 Rekomendasi Dokter
-
3 Shio Paling Beruntung pada 15-21 Juni 2026, Siapa yang Ketiban Hoki?
-
Terpopuler: Pahala Mengajak Orang Masuk Islam, Jumat Kliwon Masuk Weton Tulang Wangi?
-
Bolehkah Minum Susu Putih di Malam 1 Muharram? Ini Penjelasan Hukum Menurut Ulama
-
11 Weton Tulang Wangi yang Konon Tidak Boleh Keluar Rumah saat Malam 1 Suro
-
Mengenal Anjuran Makan Bubur Suro 1 Muharram, Ini Makna dan Resep Spesial