Suara.com - Pandemi Covid-19 membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat, termasuk di bidang perekonomian. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pihak yang merasakan dampak paling parah.
Beradasarkan data tahun 2018 yang disampaikan Ketua Tim Karya Nusantara, Deasy Nurmalasari, saat ini UMKM di Indonesia terbagi menjadi empat bagian yaitu, usaha mikro, kecil, menengah, dan besar.
"Sekitar 98,7 persen itu usaha mikro, sedangkan 1,22 persen usaha kecil, 0,09 persen usaha menengah, teeus 0,01 peesen untuk usaha besar. Struktur ini masih sama selama 10 tahun, hanya saja ada perubahan kecil masalah naik turunnya," Ucap Deasy Nurmalasari pada Webinar Kiat Sukses Raup Untung Dari Bisnis UMKM bersama Suara.com, Jumat, (22/01/2021).
Pandemi Covid-19 membuat para pengusaha UMKM mulai beralih satu per satu aktif untuk berjualan secara online. Hal ini karena berdasarkan data, jumlah Pengguna internet, media sosial, dan e-commerce sekita 175 juta, bahkan hampir 100 juta belanja melalui e-commerce.
Namun rupanya jumlah UMKM yang memiliki e-commerce hanya sekitar 4-10 persen. Padahal, melalui e-commerce, terutama saat pandemi sangat membantu agar omzet tetap naik.
Deasy menjelaskan, penjualan melalui online adalah salah satu cara untuk mempertahankan omzet. Terdapat beberapa hal yang menjadi alasan mengapa UMKM harus mulai mencoba berjualan melalui online atau e-commerce. Beberapa alasan tersebut antara lain:
1. Berjualan online memudahkan UMKM membaca tren pasar
Saat UMKM memutuskan untuk terjun berjualan online, baik di media sosial maupun e-commerce akan memudahkan para pelaku usaha mengetahui tren pasar.
Apalagi, saat pandemi pelaku usaha dengan konsumen tidak bertemu secara langsung jadi sulit untuk melihat pasar yang sedang diminati di masyarakat.
Baca Juga: UMKM Makin Maju Berkat Suntikan PEN Bank BJB
Dengan berjualan secara online, pelaku UMKM bisa mencari tahu apa tren pasar saat itu. hal ini bisa diketahui dengan mencari di sistem pencarian google, hastag di media sosial, serta banyaknya pencarian di e-commerce. Hal ini akan membantu UMKM dalam menentukan penjualan.
2. Penjualan online membangun citra dan rekam jejak UMKM
Berjualan online dapat membangun citra atau toko dari hasil penjualan. Selain itu, ketika berjualan online juga bisa mengetahui berapa banyak calon pembeli yang mengunjungi toko.
Biasanya ketika terjun ke dunia online, para pembeli bisa melihat penilaian terhadap toko tersebut. Selain itu, pembeli juga bisa melihat jumalh pengikut dan testimoni di media sosial dan e-commerce.
Citra yang terbentuk dari penilaian para pembeli ini juga bisa membantu saat pelaku ingin melakukan kerja sama dengan UMKM lain. Hal ini karena saat tidak bisa betemu secara langsung, lalu untuk mengetahui kepercayaan toko tersebut dengan penilaian dari masyarakat. Jika penilaian baik, biasanya tingkat kepercayaan terhadap toko tersebut juga tinggi.
3. Berjualan online membangun hubungan dan interaksi konsumen
Berita Terkait
-
Dukung Ekonomi Kerakyatan, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 41 Triliun hingga Desember 2025
-
Menjangkau yang Tak Terjangkau: Pelayanan Sepenuh Hati PNM untuk Kelompok Subsisten
-
Pemerintah Siapkan Penghapusan Utang untuk UMKM Korban Bencana, Cek Syaratnya!
-
Debit Visa Bank Jakarta Didorong Jadi Motor Transaksi Global UMKM dan Ekonomi Kreatif di DKI
-
Siap Jadi Pengusaha, Begini Cara Memoles UMKM Jadi Bisnis Profesional dan Berkelanjutan
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
Terkini
-
Rekam Jejak Roby Tremonti, Aktor yang Terseret Isu Child Grooming di Buku Aurelie Moeremans
-
Daftar Wilayah DIY yang Berpotensi Diguyur Hujan Petir hingga Pukul 15.00 WIB Hari Ini
-
5 Hair Tonic untuk Menumbuhkan Rambut, Ampuh Atasi Kerontokan dan Kebotakan
-
4 Sepatu Sneakers Wanita Mulai Rp100 Ribuan, Empuk dan Anti Lecet Dipakai Jalan
-
Kenapa Korban Grooming Seperti Aurelie Moeremans Cenderung Diam? Waspadai Ciri-cirinya!
-
5 Moisturizer Terbaik Harga Pelajar untuk Mencerahkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan
-
Alasan Aurelie Moeremans Terbitkan Buku Broken Strings secara Gratis
-
5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
-
Belajar dari Kisah Aurelie Moeremans, Apa Itu Child Grooming dan Bahayanya Pada Anak?
-
5 Sampo Jepang untuk Atasi Rambut Rontok dan Uban Usia 40 Tahun ke Atas