- Pemerintah siapkan relaksasi hingga hapus utang bagi UMKM korban bencana Sumatra.
- Skema bantuan disesuaikan tingkat dampak, dari ringan, sedang, hingga berat.
- Pemerintah akan jemput bola melalui Klinik UMKM Bangkit di daerah terisolir.
Suara.com - Pemerintah menyiapkan kebijakan relaksasi hingga penghapusan utang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat pascabencana.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan bahwa pemerintah saat ini sedang melakukan pemetaan untuk menentukan skema yang paling tepat bagi setiap pelaku usaha.
“Terkait piutang dan pinjaman usaha UMKM di wilayah terdampak, akan diberikan relaksasi. Nanti akan kita petakan mana saja yang akan dihapuskan, agar mereka tidak lagi terbebani utang,” kata Maman usai rapat di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Skema Relaksasi Berdasarkan Tingkat Dampak
Menurut Maman, pemetaan akan membagi UMKM ke dalam tiga kategori: terdampak ringan, sedang, dan berat. Skema yang diberikan akan disesuaikan dengan kategori tersebut.
- Terdampak Ringan: Akan mendapatkan relaksasi pinjaman.
- Terdampak Berat: Bagi pelaku usaha yang benar-benar tidak dapat melanjutkan usahanya, pemerintah membuka opsi penghapusan utang.
Proses ini akan melibatkan perbankan untuk melakukan verifikasi data dan perhitungan.
"Nanti bank yang akan kita dorong untuk mulai melakukan perhitungan," ucapnya.
Jangkau Pelaku Usaha di Daerah Terisolir
Hingga saat ini, jumlah UMKM terdampak diperkirakan mencapai 150.000 hingga 200.000 unit, dan angka ini masih terus bergerak.
Baca Juga: Kemenkes Minta Rp500 Miliar untuk Perbaikan Fasyankes dan Alat Medis Rusak Akibat Banjir Sumatra
Untuk memastikan program ini menjangkau seluruh pelaku usaha, termasuk di daerah terisolir, pemerintah akan mengerahkan Klinik UMKM Bangkit untuk melakukan pendataan secara jemput bola. Selain itu, pelaku UMKM juga dapat proaktif mendatangi pihak perbankan tempat mereka meminjam.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Prabowo Akan Anugerahkan Bintang Jasa kepada Pejabat yang Berjasa Kembangkan B50
-
Mengenal Istilah 'Bangsa Kepiting', Analogi yang Dipakai Prabowo untuk Sifat Saling Menjatuhkan
-
Bukan Teror Tembakan! BGN Pastikan Kaca Kantor Pecah Akibat Cuaca Panas Ekstrem
-
KPK Ungkap Modus Eks Bupati Kuansing Sunat SHU Petani KUD untuk Suap Menteri Kehutanan
-
Anggaran Seret, Pemerintah Larang Pemda Rumahkan PPPK
-
Tarik-tarikan HP dengan Tentara di Kejagung, Wartawan Tempo Alami Intimidasi dan Trauma
-
Mendagri Tegaskan Komitmen Integrasikan Data Kemendagri ke Satu Data Indonesia
-
Sempat Dijaga Ketat Brimob, Situasi Mabes Polri Kamis Malam Kini Terpantau Normal
-
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya Tiga Polisi di Katingan
-
Prabowo Ungkap Temuan Harta Karun Baru dari BRIN dan TNI: Cadangan Emas Raksasa di Papua