Suara.com - Bagi sebagian ibu prasejahtera, mengakses layanan keuangan kerap terasa menakutkan. Tak jarang muncul rasa sungkan, khawatir tidak dipahami atau sistem pinjaman yang mengharuskan adanya jaminan. Namun pengalaman itu berubah ketika mereka berjumpa dengan Account Officer (AO) PNM.
Pertemuan pertama sering kali berlangsung sederhana, di teras rumah, di balai warga, atau pun di area perkampungan yang hangat dan penuh kekeluargaan. AO PNM datang dengan bahasa yang sederhana dan kesediaan untuk mendengar kebutuhan mereka. Menadapatkan pembiayaan tanpa agunan dan didampingi untuk tumbuh naik kelas.
Pelayanan yang diberikan tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan. Tak jarang AO PNM mengenal nama anak-anak nasabah, memahami ritme usaha harian mereka, hingga mengerti kapan harus memberi dorongan dan kapan cukup menjadi pendengar. Relasi yang terbangun perlahan menghadirkan rasa aman bahwa ada yang mendampingi perjalanan mereka, apa pun kondisinya.
Setiap kunjungan rutin, setiap percakapan ringan, dan setiap solusi yang disampaikan dengan bahasa sederhana menjadi pengalaman yang membangun kepercayaan nasabah. Mereka tidak merasa dilayani dari jarak jauh, tetapi ditemani dari dekat.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan bagian dari komitmen PNM dalam menghadirkan layanan keuangan yang inklusif.
“PNM hadir untuk melayani masyarakat yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan. Dengan akses pembiayaan yang bertanggung jawab dan pendampingan berkelanjutan, kami ingin mereka mendapat kesempatan memiliki produk keuangan yang aman,” ujarnya.
Menurut Dodot, pembiayaan tanpa pemberdayaan tidak akan cukup. “Kami tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pengetahuan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha melalui Account Officer. Tujuannya agar kehidupan nasabah benar-benar menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Di balik itu semua, AO PNM menjalankan perannya dengan hati. Mereka memahami bahwa bagi nasabah, layanan keuangan bukan sekadar transaksi, melainkan bagian dari upaya bertahan dan memperbaiki kehidupan keluarga. Ketika pengalaman tersebut dirangkai secara konsisten, lahirlah ikatan emosional yang kuat antara nasabah dan PNM.
Saat ibu-ibu prasejahtera merasa didengar, dimengerti, dan didampingi, di situlah pelayanan PNM terus berupaya menghadirkan rasa aman, harapan, dan keberanian untuk membangun masa depan yang lebih baik.***
Baca Juga: PNM Umumkan Kompetisi Video bagi SMA Sederajat, Cek Syarat & Ketentuan Lengkapnya
Berita Terkait
-
Survei Mekaar Perlihatkan Dampak Nyata Pemberdayaan Keberlanjutan PNM untuk Masyarakat Prasejahtera
-
Semangat PNM Perkuat Komitmen Pelayanan Berbasis Customer Experience di 2026
-
PNM Kembali Turun Langsung ke Aceh Tamiang, Salurkan Bantuan & Perkuat Proses Bangkit Pasca Bencana
-
Produk Nasabah PNM Ikut Membantu Masyarakat Terdampak Bencana di Sumatra
-
PNM Kirim Karyawan Terbaik ke Malaysia, Singapura, dan Tanah Suci: Penghargaan Atas Integritas
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
THR ASN, PPPK, Polisi dan TNI Cair Kapan? Ini Penjelasannya
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret
-
Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK
-
Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari
-
Bea Cukai Tindak 249 Juta Rokok Ilegal di Januari 2026
-
Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah
-
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap