Suara.com - Di tahun 2021, Pandemi Covid-19 masih belum berhenti. Kondisi ini berdampak sangat besar bagi segala sektor, khususnya pariwisata.
Melalui talkshow bertajuk "Strategi Kebangkitan Pariwisata di Tengah Pandemi", sejumlah ahli dihadirkan untuk buka suara pada Jumat (29/1/2021). Strategi untuk membangkitkan pariwisata di tengah pandemi Covid-19 dirasa sangat penting.
Pariwisata menjadi sektor yang mengalami dampak signifikan akibat pandemi Covid-19. Kunjungan wisatawan mulai dari Januari hingga November 2020 mengalami penurunan drastis hingga 73,8 persen.
"Kami sejak tahun lalu sudah ada program-program yang kami buat. Contohnya CHSE atau K4 (kebersihan, kesehatan, keamanan, dan keberlangsungan lingkungan), di mana kita sudah mensertifikasi hampir 15 ribu usaha," ungkap Henky Hotma Parlindungan Manurung selaku Staf Ahli Menparekraf Bidang Manajemen Krisis.
Selain program K4 dan sertifikasi usaha, upaya pemerintah lainnya adalah hibah pariwisata. Hibah pariwisata ini diberikan untuk upaya pemulihan ekonomi.
Hibah pariwisata tersebut sudah disalurkan ke 101 kabupaten dan kota. Jumlah hibah pariwisata ini mencapai sekitar Rp3,3 triliun.
Tentu saja pandemi Covid-19 sangat berpengaruh pada pendapatan para pelaku usaha pariwisata. Sejumlah provinsi seperti DI Yogyakarta, Balim Banten, dan DKI Jakarta disebut mengalami penurunan pendapatan paling banyak.
Hal inilah yang mendorong Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatur strategi agar pariwisata segera pulih. Banyak yang berharap, dengan membaiknya sektor pariwisata, ekonomi masyarakat pun ikut membaik.
Selain itu, menurut Dr. Ir. H. Sutrisno Iwantono, MA selaku Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), bukan peran pemerintah saja yang penting dalam kebangkitan sektor pariwisata.
Baca Juga: Alasan Kemanusiaan, Ronaldo Tolak Tawaran Jadi Duta Pariwisata Arab Saudi
Iwantono meyakini harus ada kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan pariwisata yang aman dan nyaman. Pelaku usaha pariwisata juga harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa tempat tersebut aman.
"Pemerintah harus berkolaborasi dengan semua pihak. Kalau kita bicara soal pariwisata kan bukan cuma hotel dan restoran. Ada travel biro, penerbangan dan macam-macam yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah," ujar Iwantono.
Sementara itu, Henky Hotma Parlindungan Manurung memprediksi sektor pariwisata baru akan benar-benar pulih di tahun 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Ada Jejak Indonesia di Gua Australia, Dua Lukisan Kapal Jadi Kunci Misteri Ratusan Tahun
-
Mengerikan! Rekaman Banjir Bandang di Himalaya Tewaskan 98 Orang, Lebih dari 400 Hilang
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Bisnis Tiba-Tiba Viral? Ini Tantangan yang Menunggu di Balik Lonjakan Pesanan
-
Saya Kurang Tidur! 3 Kata Pelatih Thailand Usai Gagal Juara Piala AFF 2026
-
Wali Murid SDIP Pamulang Murka, Sebut Rektor UIN Syarif Hidayatullah Tak Cerminkan Sosok Pendidik
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
Muktamar NU ke-35 Memanas, 6 Kritik Tajam dari Halaqah Ulama Jombang untuk Kepemimpinan PBNU
-
Drama! Vietnam Juara Piala AFF 2026 Meski Pemain Thailand Cetak 4 Gol
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja