Suara.com - Isolasi di rumah atau hotel sudah biasa. Sebagian lainnya memilih untuk pergi ke luar kota atau luar negeri. Namun, sebuah keluarga melakukannya dengan cara luar biasa, pergi berlayar ke tengah laut.
Domonkos Bosze dan keluarganya berlayar dari pelabuhan Kroasi untuk menyebrangi lautan Atlantik. Tujuan pertama adalah Cape Verde.
"Kami berlabuh di teluk di depan pelabuhan tadi malam. Kami masih harus bekerja lama di malam hari agar kapal siap menyeberang. Kami pergi pagi ini. Kami ingin pergi lebih awal, tetapi kami harus kembali ke pelabuhan sebentar sebelum berangkat," tulisnya di blog mereka, SailingTeatime.com.
Perjalanan panjang ini, berlabuh sampai di di Kepulauan Karibia Prancis – Martinik, sebuah tempat nature dengan tumbuhnya beberapa pohon di sana-sini.
"Sejauh yang saya ingat, saya selalu kagum dengan alam, berbagai tumbuhan dan hewan, dengan formasi yang geografis. Di sini, kemanapun saya pergi, saya benar-benar kagum," ungkapnya.
Dalam perbincangan dengan Reuters, setelah menghabiskan Natal di Martinik, mereka berlabuh di Marigot, di pulau Karibia St. Martin, menunggu untuk berlayar menuju terusan Panama.
Namun, mereka tidak terburu-buru, karena kehidupan di atas kapal sama seperti banyak orang yang dikarantina di rumah.
"Bagi saya, ini adalah pengalaman yang luar biasa, bahwa saya dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anak saya, daripada pulang terlambat dari pekerjaan karena kelelahan," kata Domonkos.
"Rute kami cukup fleksibel, pada dasarnya cuaca menentukan ke mana kami pergi, karena musim badai dan angin topan menetapkan batas untuk berlayar di setiap wilayah," ungkapnya.
Baca Juga: IOC Tak Wajibkan Atlet Olimpiade Terima Vaksin Covid-19
Dia dan istrinya, Anna, yang telah berlayar lebih dari satu dekade, telah merencanakan petualangan tersebut jauh sebelum pandemi COVID-19.
Sementara pandemi membuat mereka dilema, apakah ini waktu yang tepat untuk pergi, pada akhirnya tekad mereka mengesampingkan semua kekhawatiran dan juga risiko.
Sejauh ini, tantangan terbesar bagi mereka adalah badai enam jam selama penyeberangan Atlantik, yang mereka kelola dengan baik.
Mereka mengikuti perubahan aturan virus korona di setiap negara dan mengikuti tes atau masuk ke karantina sesuai kebutuhan.
"Ketika kami tiba di Martinik ... kami memberi tahu pihak berwenang bahwa kami hanya menghabiskan 16 hari di laut lepas, dan mereka menerimanya sebagai karantina," kata Bosze.
Meski demikian, perahu tersebut dipenuhi dengan bahan makanan yang cukup untuk sebulan. Dan mereka menangkap tuna atau mahi mahi (dorado) mereka sendiri, yang dapat menyenangkan putri mereka yang berusia 6 dan 8 tahun. (Aflaha Rizal)
Berita Terkait
-
Fleksibel Atur Strategi Toko Ekspor, Penjualan Seller Ini Naik 2,5 Kali Lipat Lewat Ekspor FLEXI
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
WHO Tegaskan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Bukan Awal Pandemi Baru
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda
-
Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi
-
Marc Klok Peringatkan Singapura, Timnas Indonesia Bakal Mengamuk Demi Semifinal Piala AFF 2026
-
Kejagung Geledah Rumah Nurman Herin di Wilayah Bandung, Don Ritto Diperiksa oleh Tim 9
-
KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!
-
Timnas Indonesia di Ujung Tandung, John Herdman Akui Singapura Ujian Terberat di Piala AFF 2026
-
Belanja Gentlewoman Pakai Kartu BRI Dapat Cashback Rp300 Ribu!
-
Kasus Dokter Viral Komentari Pasien BPJS Berujung Putus Kontrak dengan RS Pusri
-
4 Shio yang Diprediksi Makin Bahagia dan Beruntung Besok 7 Agustus 2026