Lifestyle / Food & Travel
Selasa, 02 Februari 2021 | 15:50 WIB
Ilustrasi mi sagu. (Shutterstock)

Suara.com - Selain nasi, sagu juga bisa digunakan sebagai sumber karbohidrat untuk dimakan bersama lauk pauk lainnya. 

Kini olahan sagu sudah dikemas jadi lebih modern, salah satunya produk UMKM Sagoo Mee yang sudah bisa dibeli secara online di marketplace, tanpa harus keluar rumah di masa pandemi.

Sagoo Mee adalah produk mi instan yang terbuat dari sagu dalam kemasan, yang mudah dikonsumsi dengan cara diseduh menggunakan air panas.

Selaiknya mi instan, Sago Mee juga memiliki aneka varian rasa seperti ayam bawang, laksa bangka, maupun mi goreng dengan kemasan 70 gram. 

Sago Mee. (Dok: Kementan RI)

Produk ini diklaim bebas gluten, rendah Glycemic Index (GI), non Genetyc Modified Organism (GMO) dan tinggi serat. Per satu porsi atau satu cup Sagoo Mee dihargai Rp10 ribu.

"Dengan meningkatnya permintaan dari masyarakat, produk-produk seperti ini pasti akan semakin berkembang, bahkan hingga menembus pasar ekspor seperti produk mi berbahan terigu" ujar Yasid Taufik, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan BKP dalam siaran pers yang diterima suara.com, Selasa (2/2/2021).

Produk Sagoo Mee juga mudah ditemukan di Pasar Mitra Tani (PMT) yang telah memiliki stand khusus Pangan Lokal. Tidak hanya sagu, di PMT juga menjual aneka ragam pangan lokal baik dalam bentuk bahan baku, setengah jadi, maupun olahan.

Sagu menjadi salah satu komoditas pangan lokal yang menjadi fokus diversifikasi pangan lokal yang digencarkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo beserta jajarannya. 

Selain sagu, terdapat lima komoditas pangan lain yaitu singkong, talas, kentang, jagung, dan pisang.  Enam komoditas ini menjadi pangan lokal yang didorong baik dari sisi peningkatan produksi, penguatan akses hingga perbaikan pola konsumsi yang beragam, bergizi seimbang dan aman.

Baca Juga: Viral Wanita Buat Mi Goreng Berkilo-kilo, Endingnya Bikin Publik Terharu

Load More