Suara.com - Ada banyak cara alami untuk menurunkan berat badan. Salah satunya adalah mengonsumsi bahan-bahan makanan tertentu, seperti jahe.
Manfaat jahe memang banyak. Meski begitu, bahan alami ini dikatakan tidak bisa memberikan efek signifikan secara instan.
"Walau beberapa uji klinis menunjukkan bahwa jahe bisa berdampak kecil pada berat badan, jahe tak akan menyebabkan penurunan berat badan yang ajaib," ungkap Karli Burridge, PA-C direktur manajemen berat badan medis di LifeWeigh Bariatrics and Wellness Centres, dikutip dari Insider.
Merangkum Insider, berikut sejumlah penelitian yang mengaitkan jahe dan penurunan berat badan.
Membantu Manajemen Berat Badan
Pada ulasan tahun 2018, konsumsi jahe dikaitkan dengan penurunan berat badan, pengurangan rasio pinggang-pinggul, dan glukosa puasa kendati tak ada perubahan pada BMI atau Indeks Masa Tubuh.
Membantu Mengenyangkan
Pada sebuah studi kecil tahun 2012, sebanyak 10 pria dianjurkan mengonsumsi 2 gram bubuk jahe kering yang dilarutkan dalam air panas setelah sarapan. Hasilnya, subjek bersangkutan bisa merasa kenyang lebih lama.
Meningkatkan Pembakaran Kalori
Baca Juga: Ingin Menurunkan Berat Badan dengan Berlari? Perhatikan Durasi dan Jarak
Marie-Pierre St-Onge, PhD, seorang peneliti nutrisi di Universitas Columbia dan rekan penulis studi ini mengungkapkan, jahe bisa berdampak pada kemampuan seseorang untuk menurunkan berat badan jika diminum tanpa gula.
Konsumsi minuman jahe setelah makan dikatakan bisa meningkatkan pembakaran kalori hingga 43 kkal, dibandingkan dengan kontrol minuman yang hanya air biasa.
Membantu Pembakaran Lemak
Sebuah studi tahun 2019 di Korea Selatan dilakukan dengan memberi 80 orang gemuk ekstrak etanol jahe kukus. Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi ekstrak jahe kehilangan lebih banyak lemak tubuh daripada kelompok kontrol.
Hal ini juga menunjukkan bahwa suplemen jahe bisa memfasilitasi penurunan berat badan, bahkan tanpa mengubah pola makan lainnya.
Menurunkan Sekresi Insulin
Ada pula ulasan di tahun 2018 yang menunjukkan jahe tidak berdampak pada kadar insulin, tapi menurunkan resistensi insulin. Hal inilah yang bisa menjadi faktor penting untuk mengurangi gejala diabetes tipe 2 dan membantu menurunkan berat badan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!