Suara.com - Papua merupakan salah satu kawasan di Indonesia yang dianugerahi kekayaan melimpah. Mulai dari sumber daya alam, kawasan wisata, kuliner, hingga budaya. Bukan hanya itu, Papua juga memiliki miras lokal. Lalu, seperti apa miras khas Papua? Bagaimana sejarahnya?
Polemik seputar minuman keras heboh dibicarakan setelah Presiden Jokowi menerbitkan Perpres No. 10 Tahun 2021 mengenai Usaha Penanaman Modal Miras. Perpres miras ini tetap memperhatikan budaya serta kearifan lokal, salah satunya yaitu di miras khas Papua.
Sejarah miras khas Papua
Mengenai minuman keras di Papua, Hari Suroto selaku Peneliti Balai Arkeologi Papua mengatakan bahwa miras atau minuman keras yang berada di Papua sudah ada sejak era prasejarah.
Sekitar 3000 tahun lalu, ada orang dari Asia berbahasa Austronesia yang berkunjung ke pesisir Papua. Orang inilah yang kemudian memperkenalkan minuman miras dan memberitahukan cara membuat miras dari pohon aren, pohon kelapa dan pohon nipah.
Masing-masing suku yang ada di Papua juga memiliki sebutan dan makna serta tradisi yang berbeda dalam mengonsumsi miras.
Suku Maybrat di Ayamaru (Papua Barat), suku ini terbiasa mengkonsumsi arak atau ara dju saat menyambut tamu atau merayakan sesuatu. Arak yang terbuat dari pohon aren ini juga disebut tuwoq atau djy.
Suku Tehit di Teminabuan, Sorong (Papua Barat), memiliki segora yang dikenal sebagai minuman persaudaraan. Minuman ini terbuat dari pohon aren. Selain itu, Suku Sentani di Waena, Jayapura, juga memiliki segoro atau tua yang terbuat dari pohon kelapa.
Di Nabire, ada juga miras yang terbuat dari nira nipah yang dikenal juga dengan sebutan bobo. Perlu diketahui, minuman keras di Papua yang terbuat dari nira pohon aren, pohon nipah, dan pohon kelapa, dikenal juga dengan nama miras lokal atau milo.
Baca Juga: Syarat Investasi Miras yang Direstui Jokowi
Selain minuman tradisional, Papua juga memiliki minuman keras modern yang dikenalkan pasukan Amerika, Australia, dan Belanda pada tahun 1944 pada Perang Pasifik.
Saat itu, Amerika menjadikan Hollandia atau yang kini dikenal dengan nama Jayapura sebagai Basis G atau markas militer komando wilayah Pasifik Barat Daya. Di markas tersebut tersedia sembilan galangan kapal, rumah sakit, fasilitas militer, toko, gudang, serta tempat hiburan.
Mereka sedang melawan musuh dari pasukan Jepang yang saat itu membawa minuman keras hasil produk sendiri, yang kini dikenal dengan nama sake.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Rekomendasi Sepeda Wimcycle Termurah untuk Dewasa, Solusi Olahraga Hemat
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
4 Shio Paling Hoki 4 Mei 2026, Peluang Karier dan Rezeki Melesat
-
Urutan Skincare Glad2Glow Pagi dan Malam untuk Wajah Glowing
-
Berapa Skor TOEFL untuk LPDP? Kini Ada Tambahan Pembekalan dari TNI
-
Sunscreen Serum untuk Kulit Apa? Ini 4 Produk yang Mencerahkan Wajah dari Brand Lokal
-
5 Sampo untuk Menghitamkan Rambut di Indomaret, Solusi Praktis Tutupi Uban
-
5 Sepatu Lari Reebok Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Harga Sunscreen Wardah Terbaru Mei 2026, Kamu Pilih yang Mana?
-
8 Kesalahan Memakai Sunscreen yang Sering Dilakukan, SPF Jadi Tidak Bekerja Maksimal
-
Berapa Biaya Hidup Bulanan LPDP? Ini Bedanya di Dalam dan Luar Negeri
-
Makeup Cepat Luntur dan Cakey? Ini 7 Kesalahan Memakai Bedak yang Sering Tidak Disadari