Suara.com - Plasenta merupakan organ yang terbentuk dan menempel pada dinding rahim sejak awal kehamilan. Dalam banyak budaya, setelah persalinan, biasanya plasenta dikubur atau dibuang menjadi limbah medis.
Tapi, tidak di China. Permintaan plasenta segar manusia cukup besar di negara tersebut untuk dikonsumsi. Bahkan, dikutip Global Times, plasenta masih terus dijual di pasar gelap, bertahun-tahun setelah negara itu melarang jual beli plasenta atau yang biasa dikenal di sebagai ari-ari ini.
Sebuah media China menginvestigasi orang-orang dalam industri ilegal ini pada hari Senin lalu. Di mana, para penjual membeli plasenta segar yang masih memiliki bau darah yang kuat dari rumah sakit, rumah duka, dan pabrik pengolahan limbah medis masing-masing seharga sekitar 80 yuan atau sekitar Rp177 ribuan.
Selanjutnya, mereka akan menjualnya ke toko-toko ilegal beberapa ratus yuan setelah diproses, kata sebuah laporan investigasi diterbitkan di thepaper.cn. Dalam kesempatan lain, Global Times juga menemukan bahwa banyak plasenta dijual di situs web belanja termasuk Xianyu, platform perdagangan barang bekas dari Alibaba.
Sebagian besar penjual menggunakan nama yang tidak jelas untuk mendeskripsikan produk mereka, alih-alih langsung mengiklankannya sebagai plasenta. Salah satu pengecer menjual plasenta masing-masing seharga 360 yuan atau sekitar Rp798 ribu di Xianyu.
"Saya bisa memotong harga menjadi 260 yuan (Rp577 ribu) jika Anda membeli lebih banyak. Kami membeli bahan mentah dengan harga 2.000 yuan (Rp4,4 juta) per kilogram," kata penjual tersebut pada reporter Global Times.
Penjual menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut, mengatakan dia takut platform tersebut mengetahui bahwa dia melanggar peraturan perdagangan online.
Saat ini, rumah sakit di China biasanya akan mengembalikan plasenta kepada pemiliknya atau membuangnya sebagai limbah medis jika ibu baru tidak menginginkannya, menurut Huang Chengsheng, dokter kandungan di Rumah Sakit Rakyat Keenam Shanghai.
Namun, tak sedikit ibu baru memilih untuk membawa pulang plasenta mereka dan memakannya, kata Huang. Kebiasaan ini sudah sangat umum di China. Terutama bagi orang tua, yang percaya, plasenta manusia kaya nutrisi dan baik untuk kesehatan mereka.
Baca Juga: Tulis Surat, Chrissy Teigen Curhat Hasil Diagnosis Dokter sebelum Keguguran
Seperti seorang ibu dari bayi berusia 22 bulan dari Provinsi Shaanxi, China Barat Laut. Ia mengatakan bahwa sebelum dia melahirkan, ibu dan ibu mertuanya telah meminta plasentanya. Keduanya ingin memakan plasentanya untuk menyehatkan tubuh, kenang ibu bermarga Chen tersebut. Tapi Chen meminta rumah sakit membuang plasentanya.
"Saya tidak ingin mereka memakannya. Itu menjijikkan," kata dia.
Seorang ibu lain di Shanghai, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa setelah melahirkan, dia mengirim plasentanya ke toko terdekat di dekat rumah sakit untuk diolah menjadi bubuk dan dimasukkan ke dalam kapsul.
"Itu untuk ayah mertua saya, yang kesehatannya buruk,” katanya kepada Global Times, mengatakan bahwa pemrosesannya cepat dan biayanya kurang dari 500 yuan atau sekitar Rp1,1 jutaan.
Mengolah plasenta menjadi kapsul juga telah menjadi bisnis di China, karena beberapa orang mungkin merasa tidak nyaman untuk memakannya secara langsung. Seorang pengusaha wanita yang terlibat dalam pemrosesan plasenta di Provinsi Zhejiang, China Timur, mengatakan bahwa dia menyediakan layanan dari pintu ke pintu untuk keluarga yang baru saja melahirkan anak.
Dia berkata bahwa dia memiliki lebih sedikit pelanggan dalam beberapa tahun terakhir karena dia tidak lagi diizinkan untuk memposting iklan untuk bisnis ini di platform online legal.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Cantik: Mengapa Privasi Menjadi 'Kemewahan' Baru dalam Perawatan Estetika
-
Merayakan Hari Kartini, Perusahaan Wajib Bangun Ekosistem Kerja yang 'Family-Friendly' bagi Wanita
-
7 Pilihan Sepeda Gunung 26 Inch yang Paling Worth It Mulai Rp1 Jutaan, Gowes Enteng Banget
-
Silent Book Club: Ditemani Tanpa Kehilangan Ruang untuk Diri Sendiri
-
65 Persen Lembaga Keuangan Sudah Pakai AI, Apa Keuntungannya Buat Kita?
-
Jadi Tulang Punggung Ekonomi, UMKM Juga Penggerak Akses Keuangan di Masyarakat
-
Tren Bold Flavor, Toast Hitam dengan Sentuhan Gochujang hingga Buldak Ikut Meramaikan
-
5 Bedak Viva Cosmetics untuk Usia 45 Tahun ke Atas: Formula Ringan, Hasil Natural
-
Lebih Tahan Lama Lip Tint atau Lip Cream? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet
-
Siapa Pemilik Toba Pulp Lestari? Perusahaan yang Diisukan PHK Massal 80 Persen Karyawan