Suara.com - Pada usia kehamilan 7 hingga 8 bulan, bumil harus waspada dengan masalah plasenta previa. Hal ini karena di usia kehamilan tersebut, posisi plasenta atau ari-ari bayi akan menetap dan tidak bisa berpindah seperti sebelumnya. Pada kondisi inilah plasenta previa rentan terjadi.
"Plasenta mulai menetap dari usia 7 hingga 8 bulan, dari sebelumnya masih bisa bermigrasi, bergeser sesuai dengan mengembangnya rahim yang semakin besar. Dokter kandungan akan mulai memberikan informasi jika ada potensi bermasalah dalam persalinan saat usia kehamilan 8 hingga 9 bulan," ujar Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan dr. Purnawan Senoaji, Sp.OG-KFM, melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/2/2021).
Plasenta previa adalah kondisi plasenta berada di bagian bawah rahim sehingga menutupi jalan lahir pada ibu hamil.
Plasenta atau yang sering disebut ari-ari merupakan suatu jaringan yang menempel di dinding rahim untuk mengambil nutrisi dan oksigen dari bumil, untuk dikirim melalui tali pusat ke janin.
"Pada kasus plasenta previa, plasenta tersebut letaknya di bawah, sehingga nanti dalam persalinan saat bayi harus lahir pintu dan mulut rahimnya terbuka, bayi tidak bisa keluar karena ada plasenta," terang dr. Purnawan.
Biasanya banyak ibu yang tidak menyadari ia mengalami plasenta previa, lantaran kondisi ini kerap tidak bergejala dan cenderung ringan. Tapi ada juga yang bergejala berat hingga pendarahan.
"Hal yang perlu diperhatikan adalah melakukan kontrol secara teratur. Jika pendarahan hanya berupa flek, dokter akan memberikan obat-obatan untuk menghindari pendarahan lebih banyak," ujar dokter yang berpraktik di RS. Eka Hospital Cibubur itu.
"Namun jika pendarahan sangat hebat dan bisa membahayakan ibu serta janin, satu- satunya cara adalah dengan melahirkan bayi tersebut saat itu juga," sambung dr. Purnawan.
Jalan satu-satunya untuk mendiagnosis plansenta previa pada ibu tanpa gejala atau bergejala ringan yaitu dengan kontrol rutin, atau memeriksakan kandungan ke dokter.
Baca Juga: Seperti Diana, Meghan Markle Umumkan Kehamilan Anak Kedua di Hari Valentine
"Dokter kandungan akan mendiagnosis plasenta previa lewat USG yang biasa dilakukan pada pasien yang rutin melakukan kontrol. Dokter kandungan akan terus memantau posisi plasenta atau ari-ari dengan USG secara berkala, hingga hari persalinan," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?
-
Kesehatan Anak Dimulai Sejak Dini: Gizi, Anemia, dan Masalah Pencernaan Tak Boleh Diabaikan
-
Krisis Senyap Pascabencana: Ribuan Pasien Diabetes di Aceh dan Sumut Terancam Kehilangan Insulin
-
Fakta Super Flu Ditemukan di Indonesia, Apa Bedanya dengan Flu Biasa?
-
Soroti Isu Perempuan hingga Diskriminasi, IHDC buat Kajian Soroti Partisipasi Kesehatan Indonesia
-
Mengapa Layanan Wellness dan Preventif Jadi Kunci Hidup Sehat di 2026
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial