Suara.com - Bagi orang awam, mungkin akan berpikir harga sepeda jauh lebih murah daripada motor dan mobil karena tidak dilengkapi dengan mesin atau bahan bakar apa pun. Padahal jangan salah, beberapa sepeda bahkan ada yang harganya setara dengan satu mobil. Ya, nominalnya bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Manager Operational Build a Bike Jimmy mengatakan bahwa harga sepeda bisa mencapai ratusan juta lantaran bahan yang dipakai dalam pembuatan komponen grup set. Merek sepeda asal Amerika Serikat, Trek, adalah salah satu yang harganya bisa mencapai Rp 400 juta.
"Kalau harga sampai ratusan juta biasanya itu dari bahan karbon, dia ada grupset, terus dari desain. Trek itu kita ada dua jenis, yang satu masih asli bikinan Amerika, yang satu bikinan dari Taiwan. Asli Amerika ini biasanya kita sebut project one, itu harga jualnya memang lebih tinggi dibandingkan dengan yang buatan Taiwan," jelas Jimmy ditemui suara.com di Pusat Sepeda, Pantai Indah Kapuk, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Walau harganya mencapai ratusan juta, menurut Jimmy, bukan jadi jaminan pasti sepeda akan nyaman dan aman dipakai. Kenyamanan memakai sepeda juga perlu disesuaikan dengan postur tubuh pemakainya, bukan hanya desain atau bahan komponen sepeda.
"Sepeda mahal belum tentu juga enak dipakai, atau sepeda murah juga bisa enak dipakai. Karena orang beli sepeda itu kan bukan hanya dari harga, jenis, tapi dari fitting sesuai dengan ukuran tinggi badan. Dari ukuran orang bisa merasa nyaman atau nggak nyaman pakai sepeda itu," ucapnya.
Sedangkan untuk keamanan juga tergantung dari penggunaan si pemakai. Menurut Jimmy, setiap jenis sepeda memiliki karakter dan kegunaan masing-masing. Ia mencontohkan, orang yang terbiasa memakai sepeda gunung belum tentu bisa mengendalikan sepeda balap yang jenis bannya berbeda.
Kesalahan dalam cara mengendarai sepeda itu pula yang bisa berdampak pada kenyamanan bersepeda dan membahayakan keamanan.
"Orang mungkin bisa pakai MTB (mountain bike) biasanya tegak, sekarang dia mau pakai sepeda balap tiba-tiba dia harus agak bungkuk. Terus bannya juga lebih kecil, otomatis endingnya juga pasti lebih sulit dibandingkan MTB yang bannya besar. Itu butuh penyesuaian, butuh waktu lama supaya bisa sesuai dengan pemakainya," paparnya.
Baca Juga: Anies Bakal Bangun Jalur Sepeda di Flyover Tapal Kuda, Dilarang Selfie
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Big Bad Wolf 2026: Jadwal, Lokasi, dan Tips Berburu Buku 24 Jam di ICE BSD
-
5 Bedak yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam, Wajah Cerah Berseri di Usia 40 Tahun
-
7 Mesin Cuci Portable yang Bagus untuk Anak Kos, Murah dan Hemat Listrik
-
Maskara Anti Luntur dan Tahan Gesek Merk Apa? Ini 7 Pilihan Produknya Agar Mata Badai Seharian
-
5 Bedak Padat Tahan Air dan Keringat Agar Makeup Tetap Flawless Saat Cuaca Panas
-
Dari Buku ke Panggung: Serunya Jelajah Yogyakarta Menuju Sarga Festival 2026
-
Semua Jurusan Bisa Daftar, Ini Posisi yang Dibuka untuk Kampung Nelayan Merah Putih
-
20 Link Twibbon Hari Kartini 2026 Gratis Unduh untuk Meriahkan Semangat Emansipasi
-
Transforming Spaces with Canvas Prints: A Complete Guide
-
Waspada Bahaya Hustle Culture: Hobi Overwork Terbukti Picu Penyakit Jantung di Usia Muda