- Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi kapal komersial pada Jumat, 17 April 2026.
- Pembukaan jalur maritim tersebut memicu penguatan bursa saham global serta penurunan harga minyak mentah secara signifikan.
- Presiden Donald Trump menegaskan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku hingga kesepakatan damai tercapai.
Suara.com - Pemerintah Iran secara resmi mengumumkan bahwa Selat Hormuz, jalur perdagangan maritim paling krusial di dunia, telah dinyatakan "terbuka sepenuhnya" bagi kapal komersial.
Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Jumat (17/4/2026), sebagai langkah yang sejalan dengan dimulainya gencatan senjata antara Israel dan Lebanon.
Araghchi menyatakan bahwa kapal-kapal komersial kini diperbolehkan melintas melalui rute yang telah dikoordinasikan.
Kabar pembukaan kembali jalur yang mengangkut sekitar 20% pasokan minyak dunia ini langsung memicu penguatan bursa saham global dan penurunan harga minyak mentah, meredakan kekhawatiran akan guncangan energi yang sempat diperingatkan oleh Badan Energi Internasional (IEA).
Bahkan, harga minyak mentah dunia (Crude Oil) anjlok 12% dan tertahan di angka USD 82. Sedangkan harga minyak Brent juga turun dan berada di kisaran USD 88.
Blokade Amerika Serikat Tetap Berlanjut
Meskipun menyambut baik pembukaan jalur tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berada dalam "kekuatan penuh" (in full force).
Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan bahwa blokade tidak akan dicabut hingga tercapai kesepakatan damai yang komprehensif.
"Blokade akan berlanjut sampai transaksi kami dengan Iran selesai 100%," tegas Trump, merujuk pada negosiasi terkait program nuklir Iran dan poin-poin krusial lainnya yang hingga kini masih menemui jalan buntu.
Baca Juga: Trump Isyaratkan Damai dengan Iran, Harga Minyak Kini di Bawah 100 Dolar AS
Trump juga mengungkapkan bahwa dengan bantuan AS, Iran tengah berupaya membersihkan ranjau-ranjau laut yang tersebar di selat tersebut guna menjamin keamanan navigasi.
Gencatan Senjata Israel-Lebanon yang Rapuh
Pembukaan Selat Hormuz terjadi di tengah gencatan senjata selama 10 hari antara militer Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon.
Trump mengeklaim bahwa pihak AS telah "melarang" Israel untuk melanjutkan pengeboman di Lebanon, dengan menyatakan bahwa konflik ini sudah seharusnya berakhir.
Di Beirut, warga merayakan dimulainya gencatan senjata dengan tembakan ke udara. Ribuan keluarga yang mengungsi mulai bergerak kembali ke Lebanon selatan meskipun kondisi desa-desa mereka telah hancur. Namun, situasi di lapangan tetap tegang:
- Kehadiran Militer: Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan pasukannya tidak akan menarik diri dan akan tetap menguasai "zona keamanan" sejauh 10 kilometer dari perbatasan.
- Sikap Hezbollah: Kelompok Hezbollah menyatakan tetap bersiaga dengan "jari di atas pelatuk" dan menegaskan hak rakyat Lebanon untuk melawan pendudukan Israel.
- Pelanggaran Udara: Penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) melaporkan adanya pelanggaran ruang udara dan serangan artileri oleh Israel di wilayah selatan, meskipun tidak ada serangan udara besar yang teramati sejak tengah malam.
Data Korban Jiwa dan Krisis Kemanusiaan
Berita Terkait
-
Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk
-
Harga Minyak Perlahan Turun, Bahlil Tegaskan B50 Tetap Jalan: Ini Survival Mode
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak 33,47 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Sentuh Level Terendah Lagi Rp 17.188/USD
-
Donald Trump Gandeng Raksasa Otomotif General Motors dan Ford untuk Produksi Senjata Militer
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026
-
Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia
-
Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru