Suara.com - Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) menjadi salah satu tantangan penyelenggaraan pendidkan di tengah pandemi Covid-19.
Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat, masih ada sekitar 50 persen siswa yang tak memiliki ponsel untuk mendukung kegiatan PJJ.
Menurut Data Pokok Pendidikan Kemdikbud, jumlah data nomor ponsel yang telah terdaftar per September 2020 sebanyak 21,7 juta nomor dari 44 juta siswa.
Dr. Hurip Danu Ismadi, M.Pd dari Kemdikbud mengatakan, peningkatan akses dan kualitas pendidikan merupakan prioritas penting bagi pemerintah.
"Karena itu, kami sangat menghargai segala inisiatif pihak swasta, seperti kolaborasi Danone Indonesia, Alfamart dan Ruang Guru melalui dua program ini," ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima Suara.com, Selasa (6/4/2021).
Menyadari pentingnya akses pendidikan di masa pandemi, Danone Indonesia mendukung terbentuknya program ‘Rumah Belajar Generasi Maju dan Kelas Generasi Maju’. Bekerja sama dengan Alfamart dan Ruang Guru, program ini bertujuan untuk memberi akses pendidikan dan mendukung anak-anak Indonesia untuk menjadi generasi yang maju.
Kedua program tersebut merupakan kolaborasi penting antara pemerintah dan pihak swasta, di mana pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar menjadi landasan dari jenjang pendidikan selanjutnya.
Selain itu, menurut CEO of Danone Specialize Nutrition Indonesia Connie Ang, setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan prestasinya melalui akses pendidikan yang berkualitas.
"Kami menyadari dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan saat ini, anak kesulitan mendapatkan akses dan fasilitasnya, seperti pendukung gawai dengan fitur yang memadai untuk pembelajaran daring," ungkapnya.
Baca Juga: Inspiratif, Dua Siswa di Bondowoso Jual Salad Buah untuk Biaya Pendidikan
Selain itu, kurangnya fasilitas yang memadai juga berpotensi kehilangan kesempatan belajar bagi anak.
Bahkan penurunan kemampuan belajar siswa saat ini dapat memengaruhi perkembangan pengetahuannya kelak, yang juga menciptakan ketimpangan pendapatan ketika sudah bekerja nanti.
Berita Terkait
-
Ngaku Mau ke Toilet, Perempuan Ini Malah Gasak Motor Siswa SMK yang Dikenal Lewat MiChat
-
Besaran Dana PIP 2026 untuk Siswa SD, SMP, dan SMA, Ada yang Dapat Rp1,8 Juta!
-
Jurnal Pagi: Sentuhan Sederhana yang Mengubah Literasi dan Karakter Siswa
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Ketua Umum TP PKK Perkuat Program Sekolah Rakyat Lewat Bantuan untuk Siswa dan Guru di Biak Numfor
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung