Suara.com - Acara bincang-bincang diskusi Women Lead Forum 2021 yang diadakan oleh media daring Magdalene dan IBCWE (Indonesia Business Coalition for Women Empowermoment) resmi digelar pada Rabu (7/4/2021) dan Kamis (8/4/2021) besok.
Women Lead Forum 2021 merupakan acara online yang berfokus membahas isu pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di tempat kerja. Selain berupa diskusi panel, Women Lead Forum juga mengadakan kontes termasuk di antaranya kontes video.
Acara dibuka pada Rabu siang pukul 13.30 WIB silam. Diskusi panel ini sendiri merupakan puncak dari kampanye Women Lead yang sudah dimulai sejak September lalu.
Selain pidato pembukaan oleh H.E. Allaster Cox selaku Deputy Head of Mission Australian Embassy, acara juga diawali oleh keynote speech dari Menteri Ketenagakerjaan RI, Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si.
Pada kesempatan tersebut, Menaker Ida Fauziyah mengungkap bahwa partisipasi perempuan dalam dunia kerja telah mengalami peningkatan. Namun, hal ini tidak serta-merta menciptakan kesetaraan gender.
Data sendiri menunjukkan bahwa ada 138,2 juta orang angkatan kerja di Indonesia, di mana 40 persennya adalah perempuan. Sementara, angka TPAK perempuan masih di bawah laki-laki dan hanya menunjukkan peningkatan kecil.
Selama pandemi, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan memang mengalami peningkatan menjadi 53,13 persen. Namun, pandemi Covid-19 ini telah menimbulkan beban tambahan untuk perempuan.
"Bagi perempuan, pandemi menimbulkan banyak beban tambahan. Mulai dari beban pendapatan, beban pengurusan rumah tangga, hingga meningkatnya KDRT oleh pasangan," ungkap Ida Fauziyah.
Di sisi lain, Kemenaker juga telah berusaha memberikan perlindungan. Ada 3 aspek perlindungan yang telah dilakukan, yaitu protektif (perlindungan terkait fungsi reproduksi), kuratif (larangan PHK karena menikah, hamil, melahirkan), dan non- diskriminatif (perlindungan terhadap diskriminasi semua aspek di tempat kerja).
Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi Bakal Berikan Kuota Tambahan Haji untuk Indonesia
"Terkait kesetaraan gender, sikap pemerintah jelas. Tidak boleh ada diskriminasi gender di tempat kerja. Laki-laki dan perempuan setara. Namun tidak bisa hanya diselesaikan hanya dengan regulasi. Ada pula aspek budaya yang menghambat kesetaraan tersebut, sehingga dibutuhkan sinergi untuk mewujudkan kesetaraan," tambah Ida Fauziyah.
Pada diskusi panel pertama, Women Lead Forum 2021 mengangkat topik "Antara Tanggung Jawab Rumah Tangga dan Kesempatan Kerja".
Selama pandemi, kaum perempuan terbebani oleh kewajiban di dua dunia yaitu kewajiban kerja (WFH) dan pengasuhan anak di rumah.
Diskusi panel pertama menghadirkan tiga pembicara, yaitu Diahhadi Setyonaluri dari Gender and Social Inclusion Economist PROSPERA, Wulan Tilaar selaku Martha Tilaar Spa Director, serta Muhammad Ihsan selaku Asisten Deputi Bidang Perumusan Kebijakan Kementerian PPPA.
Selama diskusi, Diahhadi Setyonaluri menyampaikan bahwa pekerja perempuan masih rentan karena bekerja di sektor yang banyak terdampak pandemi seperti jasa, kesehatan, hingga hospitality. Di sisi lain, ada pula beban rumah tangga yang besar karena faktor norma sosial.
Sementara, Direktur Martha Tilaar Spa yaitu Wulan Tilaar menyampaikan mengenai pentingnya pemenuhan hak perempuan di tempat kerja. Martha Tilaar juga telah melakukan berbagai upaya kesetaraan seperti memberikan pelatihan life skill bagi pekerja perempuan.
Di sisi lain, pemerintah juga perlu berusaha dalam memastikan kebijakan kesetaraan gender telah ditetapkan oleh perusahaan.
Menurut Asisten Deputi Bidang Perumusan Kebijakan Kementerian PPPA, Muhammad Ihsan, pemerintah secara regulasi telah memberikan kebebasan dan tidak membedakan perempuan dan laki-laki dalam mengakses pekerjaan.
Meski begitu, masih ada hambatan struktural dan budaya yang menyebabkan ketimpangan gender dalam pekerjaan. Oleh karena itu, diperlukan advokasi untuk memastikan perempuan aman dan nyaman bekerja, tidak ada diskriminasi, atau tindak kekerasan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup