Suara.com - Pada tahun 2019 lalu, perusahaan Microsoft Jepang membuat percobaan dengan memberi tiga hari libur kepada para pekrjanya, dan hasilnya menunjukkan peningkatan besar dalam produktivitas pekerja. Mereka mengklaim bahwa pekerja menyelesaikan 40 persen lebih banyak pekerjaan setelah diberi libur 3 hari. Dan kini, pemerintah Jepang berwacana untuk memberlakukan weekend panjang itu kepada seluruh pekerja di negaranya.
Meski banyak warga Jepang yang berharap hal itu dapat diterapkan untuk mengubah kultur kerja Jepang yang toksik, namun tak sedikit yang merasa skeptis dengan wacana yang dilontarkan pemerintah ini. Bahkan beberapa waktu lalu, salah satu kantor pemerintah menjadi perbincangan setelah memotong gaji karyawannya hanya karena mereka pulang 2 menit lebih cepat.
Dilansir dari SoraNews24, pada konferensi pers pada tanggal 5 April, politisi Partai Demokrat Liberal dan Ketua Sekretaris Kabinet, Katsunobu Kato, mengatakan bahwa ia ingin "memeriksa apa yang dapat dilakukan pemerintah" tentang penerapan "libur 3 hari", di mana karyawan tetap yang bekerja full time dapat memilih jadwal libur mereka sendiri selama 3 hari.
Pada konferensi pers tersebut, Kato berbicara tentang meningkatnya kebutuhan akan keseimbangan kehidupan kerja yang sehat. Dengan menerapkan libur 3 hari setiap minggu, beban kerja pegawai akan lebih ringan, seperti soal pengasuhan anak ataupun merawat lansia atau orangtua yang sakit. Diharapkan, selain membuat para pegawai lebih loyal kepada perusahaan, hal ini juga dapat membantu meningkatkan industri pariwisata Jepang yang terpukul parah karena pandemi Covid-19, karena para pegawai ini akhirnya punya waktu untuk pelesiran.
Namun di sisi lain, beberapa pihak mengkhawatirkan potensi penurunan gaji yang dapat ditimbulkan oleh libur 3 hari ini. Dan, kemungkinan beberapa perusahaan memutuskan untuk menambah jam kerja di luar hari libur untuk menyeimbangkan jam kerja yang berkurang. Dan jika sistem libur 3 hari jadi diterapkan secara nasional, undang-undang ketenagakerjaan yang baru mungkin perlu dibuat.
Lalu, apa kata warganet Jepang menanggapi wacana ini?
“Di perusahaan saya, kami hanya memiliki satu hari libur dalam seminggu,” kata salah seorang warganet.
“Bagaimana dengan libur 7 hari seminggu? Oh, itu sih pensiun ya?"
“Alangkah baiknya jika kita mendapat lebih banyak waktu libur tapi gaji kita tetap sama,” kata warganet lain.
Baca Juga: Apeksi Dukung BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Pekerja dengan Jaminan Sosial
"Jika kita mendapat tiga hari libur dalam seminggu, saya yakin hari kerja akan berakhir lebih dari sepuluh jam untuk menebusnya," sambut yang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta
-
Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah
-
Miris! Atap Sekolah Disangga Bambu, Siswa SDN 2 Klepu Minta Tolong Bupati Malang
-
Jejak Pengabdian Serda Hengki yang Terhenti dalam Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
-
Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap
-
Drama Penggagalan Penyelundupan 977 Burung di Pelabuhan Bakauheni
-
Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah
-
Harga Rp24 Ribuan, Apakah Serum Anti Aging Viva Bagus Menurut Pengguna?
-
Sandwich Generation: Tanggung Jawab yang Tak Terlihat, Beban yang Nyata
-
3 Motor yang Tetap Setia Pakai Fitur 'Purba' Meski Mulai Hilang di Matic Anyar