Suara.com - Pandemi telah memengaruhi cara kita berpikir tentang cinta dan hubungan. Menurut sebuah survei, 67 persen orang sekarang percaya bahwa mungkin saja untuk jatuh cinta dengan seseorang yang belum pernah Anda temui di kehidupan nyata.
Penelitian baru dari aplikasi kencan Bumble menunjukkan bahwa mayoritas lajang ingin 'memanfaatkan hari' ketika pembatasan dilonggarkan.
Hampir setengah yang disurvei percaya bahwa hubungan yang mereka miliki dengan orang-orang secara virtual akan diterjemahkan ketika akhirnya dapat bertemu.
Pengalaman kencan pandemi juga telah dinormalisasi menggunakan aplikasi. Karena tanpa aplikasi, peluang untuk bertemu orang baru selama setahun terakhir akan sangat terbatas.
Akibatnya, dengan lebih dari 19 juta orang Inggris telah beralih ke aplikasi kencan. Sekarang dua perlima mengatakan mereka tidak lagi malu atau segan untuk mengatakan bahwa mereka telah bertemu seseorang melalui aplikasi.
Keterbukaan tentang penggunaan aplikasi ini telah membuat banyak orang menjadi lebih leluasa terhadap ide menemukan cinta melalui aplikasi.
Bumble percaya orang lebih baik dalam mengkomunikasikan apa yang mereka inginkan, oleh karena itu meningkatkan peluang mereka untuk menemukan hubungan dan cinta yang berarti.
Tren 'hardballing', yaitu mengetahui apa yang Anda inginkan dan tidak main-main dengan siapa pun yang tidak mencentang kotak Anda, juga merupakan bagian dari lanskap kencan pasca-pandemi.
Satu dari empat orang sekarang merasa lebih percaya diri untuk mengejar apa yang mereka inginkan segera setelah penguncian dicabut, dan lebih dari sepertiga merasa lebih terbuka dan mudah dalam mengungkapkan perasaan mereka.
Baca Juga: Buntut Unfollow IG Amanda Manopo, Netizen Minta Ikatan Cinta Segera Tamat
Sebanyak 45 persen dari yang disurvei mengatakan bahwa mereka akan pergi untuk kencan piknik terlebih dahulu, sementara 20 persen mengatakan mereka akan beralih ke kencan aktif seperti lari, lintas alam, dan berenang.
Meskipun dengan apresiasi baru yang ditemukan untuk kencan virtual, 36 persen berpendapat bahwa tanggal video dan audio sekarang adalah norma, di mana pun kami berada dengan pandemi.
Naomi Walkland, Bumble's head of UK & Ireland berkata: ‘Tahun ini mengalami pasang surut, tetapi terlepas dari batasannya, berkencan mungkin sebenarnya telah berubah menjadi lebih baik.
"Kami telah melihat orang-orang di Inggris Raya menginvestasikan lebih banyak waktu untuk mengenal satu sama lain, tidak terlalu menghakimi, dan merasa lebih percaya diri tentang apa yang mereka inginkan," kata dia.
"Orang tidak hanya lebih percaya diri menjadi" jati diri "mereka saat berkencan, tetapi mereka juga lebih terbuka terhadap kemungkinan menemukan cinta secara online."
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Butuh Waktu Lebih Lama, DPR Patok RUU Perampasan Aset Rampung Paling Lambat Akhir 2026
-
Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi
-
Review The X-Files: I Want to Believe Vrach Frankenshteyn, Terlalu Sinting!
-
Pesaing Yamaha MT-15 Harga Semurah Scoopy, Begini Spesifikasi Bajaj Pulsar N160
-
Toyota Calya Terjun ke Telaga Sarangan Pagi Buta, Begini Nasib Sopirnya
-
Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan
-
LOSC Lille: Calvin Verdonk Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions
-
Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Jadi Mata Uang Paling Buruk di Asia
-
Pesta Rakyat Saloka Rayakan HUT ke-81 RI Bersama Warga dan Pengunjung
-
2 Pekerja Migran Korban Kecelakaan Kapal Ditemukan Tewas di Perairan Rupat