Suara.com - Dalam hitungan hari, bulan Ramadhan 1442 Hijriah akan segera berakhir. Menjelang akhir Ramadhan di Indonesia, sebagian pelaksanaan salat tarawih mulai dilengkapi doa qunut.
Doa qunut biasanya dibaca di rakaat akhir saat salat witir, yaitu salat sunah penutup yang jumlahnya hanya satu rakaat. Salat witir lakukan di akhir salat tarawih sebagai penutup.
Namun ada perdebatan yang mengatakan jika doa qunut bukanlah bagian dari sunah dalam salat tarawih. Benarkah?
Mengutip NU Online, Rabu (5/5/2021), ternyata kebiasaan membaca doa qunut sudah berlangsung lama sejak masa sahabat Nabi Muhammad SAW, seperti yang dikisahkan Ubay bin Ka’ab, Umar bin Khatab, dan beberapa sahabat lainnya membaca doa qunut di akhir salat witir setelah separuh Ramadhan.
Namun perdebatan doa qunut juga masih belum berhenti di kalangan ulama fiqih. Untuk Imam al-Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar, doa qunut dibaca di akhir salat witir setelah salat tarawih di dua minggu terakhir Ramadhan.
Namun untuk kalangan ulama Imam Syafi'i, ada yang berpendapat doa qunut dibaca di akhir salat witir setelah salat tarawih setiap hari selama Ramadhan berlangsung.
Namun mayoritas para kalangan Nahdlatul Ulama (NU) melakukan membaca doa qunut di akhir salat witir setelah salat tarawih, di dua minggu terakhir Ramadhan.
Meski begitu, tetap diperbolehkan doa qunut dibaca di sepanjang salat witir usai salat tarawih Ramadhan. Hasil ini juga tidak menutup kesimpulan jika salat tarawih, salat witir, dan doa qunut adalah sunah, yang hukumnya bila dikerjakan berpahala dan bila ditinggalkan tidak berdosa.
Adapun bunyi doa qunut sebagai berikut:
Baca Juga: Klaster Salat Tarawih di Banyumas, Puluhan Orang Ikuti Tes PCR
Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Update Harga HP OPPO Juni 2026: Banyak Diskon untuk Seri Flagship hingga Entry-Level
-
Terpopuler: Sepatu Jalan Kaki Lokal hingga Cushion Tidak Luntur yang Banyak Dicari
-
Bedak Padat Marina Boleh Dipakai Mulai Umur Berapa? Remaja Wajib Tahu Biar Wajah Gak Jerawatan
-
4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
-
Tak Sekadar Daur Ulang: Get Plastic Sulap Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar dan Listrik Konser
-
Cushion Avoskin Berapa Harganya? Intip Kelebihan, Pilihan Shade, dan Ulasan Jujur Pengguna
-
Parfum Aquatic Wangi Apa? Ini 3 Rekomendasi Lokal Terbaik Lengkap dengan Review
-
Apa Itu Marshall dalam Lari dan Berapa Gajinya? Jangan Kaget Kalau Diperingatkan
-
Kelly Pearl Cream Gunanya untuk Apa? Ini Review, Manfaat, dan Status BPOM Terbarunya
-
Apakah Bedak Kelly Sudah BPOM? Simak Klaim Produk dan Review Penggunanya