Suara.com - Berbagai cara dilakukan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh. Salah satunya dengan menerapkan gaya hidup clean eating atau gaya hidup makan bersih.
Clean eating juga berarti gaya hidup sehat dengan diet mengonsumsi makanan alami dan natural.
Dikatakan ahli gizi Aprinia Dian Nurhayati, banyak orang melakukan diet clean eating dengan menerapkan pola makan organik.
“Ada beberapa orang yang menerapkan makanan organik karena dianggap aman dari pestisida,” ungkapnya pada acara Myth vs Truth About Clean Eating, Selasa (18/5/2021) lalu.
Gaya hidup clean eating juga umumnya membatasi asupan gula dan natrium. Kata Aprinia, gula berisiko meningkatkan masalah obesitas, kardiovaskular, jantung, dan diabetes.
"Ternyata asupan gula lewat sistematik review dan gabungan penelitian, gula berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas, kardiovaskular, jantung, dan diabetes. Jadi perlu batasi gula saat melakukan clean eating," paparnya.
Sedangkan natrium, ia menambahkan, bisa meningkatkan risiko penyakit tekanan darah dan masalah pembuluh darah, salah satunya stroke. "Jadi membatasi natrium itu sangat penting dilakukan," ungkapnya.
Ia melanjutkan bahwa membatasi garam dan gula memberi manfaat kesehatan. "Beberapa penelitian membuktikan, ini sangat bermanfaat bagi kesehatan. Seperti jantung dan tekanan darah kita," ungkapnya.
Meski dianggap lebih 'bersih', namun Aprinia memastikan bahwa kandungan gizi makanan organik tak berubah dari yang unorganik.
Baca Juga: Heboh, Influencer Menipu Dana Bantuan Covid Rp1,4 Miliar Untuk Jet Pribadi
"Ini kalau ingin tahu pestisidanya, pestisida yang masuk ke tubuh kita dan keluar dari urine, itu lebih rendah dibanding produk nonorganik. Tapi kalau dari segi gizi, tidak ada bedanya," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana