Suara.com - Tren kecantikan semakin berkembang, namun tidak pernah terbayangkan jika ada tren memutus saraf kaki demi memiliki betis ramping. Ya, tren kecantikan ekstrim ini tengah menjamur di China, dan membuat para perempuan muda rela memutus saraf kaki mereka secara permanen.
Dikenal dengan istilah 'calf block', pada praktiknya membuat perempuan muda dan sehat memotong saraf di kaki yang dianggap tidak penting. Tujuannya agar otot betis tidak tumbuh dan membesar.
Menanggapi ini, Wakil Direktur Departemen Bedah Sendi dan Kedokteran Olahraga Dr. Zeng Chun mengaku kaget dan miris mengetahui tren potong saraf kaki ini. Pasalnya banyak orang yang ingin sarafnya kembali normal dan sehat, namun malah ada tren kecantikan yang berlawanan.
"Pasien dengan cedera saraf dan atrofi otot betis (otot betis mengecil) mengalami rasa sakit yang terus menerus dan sangat ingin menemukan cara untuk pulih. Saya tidak menyangka ada orang sehat yang secara sadar malah merusak saraf mereka," ungkap Dr. Zeng mengutip Oddity Central, Kamis (27/5/2021).
Ia kemudian menegaskan, jika tidak ada satupun saraf yang tidak penting. Bahkan jika saraf sudah rusak atau dirusak, kemungkinan besar kerusakan akan kembali terjadi di kemudian hari, dan jika sudah rusak maka saraf tidak akan kembali normal seperti sedia kala.
Tren kecantikan ini ramai dibicarakan di forum internet dan forum media sosial, di mana para penggunanya saling bertukar kiat dan saran untuk memiliki betis yang lebih ramping.
Namun sayangnya, hanya sedikit dari peserta forum tersebut yang menyadari konsekuensi dari prosedur kecantikan ini.
Pada situs Good Doctor Online yang populer di China, seorang perempuan yang menjalani prosedur ini mengaku tidak bisa berjalan dengan benar selama dua bulan, bagian bawah kakinya mengaku selalu mati rasa, dan ia tidak bisa berdiri.
Saat mengalami ini, perempuan tersebut mengaku khawatir dan takut, lantas bertanya pada dokter bagaimana cara memperbaikinya.
Baca Juga: Tren DNA Salmon Untuk Kecantikan, Ini Produk Lokal dengan Harga Terjangkau
Sayangnya tren kecantikan ini semakin menjamur setelah para blogger dan vlogger kecantikan di China mempromosikannya. Meski, tren ini juga jadi perdebatan di kalangan masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
7 Sabun Cuci Muka dengan Niacinamide untuk Memutihkan Wajah, Mulai Rp20 Ribuan
-
Satu Dekade Buttonscarves: Dari Mimpi Sederhana Menjadi Ikon Fashion Kebanggaan Indonesia
-
Apa Maksud Hustle Culture? Mengenal Sisi Lain Budaya 'Gila Kerja'
-
Cara Cek Bansos Cair Bulan Ini untuk PKH dan BPNT, Ini Panduannya
-
5 Zodiak Paling Beruntung pada 17 April 2026, Saatnya Memulai Babak Baru
-
7 Moisturizer Terbaik di Indomaret untuk Atasi Flek Hitam
-
Terpopuler: Gaji Manajer Koperasi Merah Putih, Harta Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
-
Mediterranean Muse: Saat Tas Travel Bertransformasi Menjadi Fashion Statement
-
Kredibilitas Jadi Kunci, Ini Alasan Memilih Pengembang Properti Tak Bisa Sembarangan
-
6 Shio Paling Hoki Besok 17 April 2026, Cek Apakah Kamu Termasuk