Suara.com - Desa Wanurejo merupakan salah satu desa wisata yang ada di Kecamatan Borobudur Yogyakarta. Salah satu yang dapat dikunjungi di desa ini adalah industri rumahan kopi luwak, yaitu Pawon Luwak Coffee.
Pawon Luwak Coffee berada di Desa Wanurejo dan berada di samping Candi Pawon. Tempat ini merupakan salah satu pilihan dari opsi kunjungan desa wisata dari One Day Tour VW (Volkswagen) Ride Borobudur dari Arowisata yang dapat dipesan di Tiket.com.
Bukan rahasia lagi bahwa kopi luwak merupakan salah satu jenis kopi dengan kualitas terbaik. Di tempat ini, proses pembuatan kopi dari masih berbentuk kotoran hingga menjadi bubuk kopi dijelaskan.
Awalnya kotoran luwak akan dicuci terlebih dulu. Kemudian biji tersebut akan dikupas dan dicuci secara berulang.
Kemudian, biji kopi akan dijemur dengan panas matahari langsung dan diroasting saat sudah benar-benar kering. Proses pembuatan dari mulai masih berbentuk kotoran hingga menjadi kopi butuh waktu 15 sampai 20 hari tergantung dari panasnya matahari.
Untuk menjaga kualitas biji kopi mereka mengambil dari kotoran luwak liar. Kopi yang dihasilkan dari luwak liar dan peliharaan cukup berbeda.
Hal ini lantaran, luwak liar bisa memilih biji kopi yang berkualitas secara mandiri. Sedangkan luwak peliharaan bisa merasa stres karena diberi makan dan tak bisa memilih biji kopi berkualitas untuk dimakan.
"Kalo luwak kandang kan kita yang kasih makan, nah mereka mau nggak mau makan itu. Sedangkan kalo luwak liar mereka akan memilih biji kopi dengan kualitas bagus untuk dimakan," ujar Karin, salah satu karyawan di Pawon Luwak Coffee pada Minggu (6/6/2021).
Pawon Luwak Coffee menjual kopi luwak robusta dan arabica baik yang sudah diseduh maupun belum. Untuk kopi seduh dibanderol denhan harga Rp25 ribu per cangkir. Sedangkan untuk bubuk arabica dijual dengan harga Rp400 ribu dan robusta seharga Rp250 ribu masing-masing per 100 gram.
Baca Juga: Sandiaga Uno dan Cinta Laura Jalan-jalan ke Desa Wisata di Kuningan
Pawon Luwak Coffee yang menarik perhatian banyak wisatawan asing ini pun merasakan dampak pandemi Covid-19 yang sangat signifikan. Saat sebelum pandemi, penjualan bisa mencapai 50 kopi per hari.
Sedangkan saat pandemi menyerang, penjualan turun sampai 70 persen. Salah satu cara untuk bertahan di tengah pandemi adalah dengan selalu menjaga mutu kopi dan juga memasarkannya secara daring.
"Pandemi itu sangat berpengaruh. Penjualan langsung menurun drastis karena segmen pembeli kami kan kebanyakan wisatawan asing," ungkap Karin kepada tim Suara.com.
Bubuk kopi luwak arabica dan robusta dijual melalui situs dan akun Instagram @pawonluwakcoffee. Kini penjualan pun sudah mulai meningkat meski belum kembali seperti sebelum pandemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
5 Rekomendasi Toner untuk Melembapkan Wajah yang Kering Selama Puasa
-
Link War Tiket Fan Meeting Kim Seon Ho, Cek Daftar Harga dan Keuntungannya
-
5 Rekomendasi Model Kaftan Terbaru untuk Lebaran 2026, Anggun dan Elegan
-
Viral Foto Lawas Sarifah Suraidah Nyaleg, Makeup Cetar Istri Gubernur Kaltim Jadi Sorotan
-
Batas Waktu Segera Berakhir, Ini Cara Lapor SPT PPh 21 Desember 2025 di Coretax Anti Gagal
-
5 Rekomendasi HP Murah Spek Dewa yang Bisa Dibeli Pakai Uang THR
-
Rasakan Kebersamaan Keluarga, Dian Sastro Ajak Pemilik Warung Mudik Lewat Program Dimudikin-Kidum
-
5 Rekomendasi Gamis Jodha Akbar Beragam Motif: Bunga sampai Batik
-
Tren Parfum Makin Naik, Wangi Kini Bisa Dimulai dari Merawat Pakaian
-
Kapan Zakat Mal Wajib Dibayarkan? Ini Ketentuannya