Suara.com - Layaknya hutan hujan tropis di darat, keberadaan terumbu karang di laut sangatlah penting karena merupakan tempat tinggal bagi seperempat biota laut. Namun ssyangnya, keberadaan terumbu karang saat ini terancam oleh eksploitasi berlebih, praktik penangkapan ikan yang destruktif, polusi, dan perubahaan iklim.
Para ilmuwan memperkirakan, jika tidak ada tindakan nyata, 90 persen populasi terumbu karang tropis di dunia akan lenyap pada 2043. Padahal, hampir 500 juta orang menggantungkan hidupnya pada terumbu karang sebagai sumber makanan, pendapatan, dan perlindungan pesisir.
Guna mencegah ancaman global ini, merek makanan hewan peliharaan, Sheba, bersama Mars, Incorporated, mengikuti Hope Reef, bagian dari program restorasi terumbu karang terbesar di dunia.
Dengan bantuan pemerintah, universitas, bisnis, dan LSM, program Hope Reef, kata Dr. Susan Wan, Country Director, Mars Pet Nutrition Indonesia, telah dilakukan sejak 2019 lalu. Tentu saja tujuannya adalah sebagai awal dari upaya restorasi yang lebih besar lagi dan untuk memulai gerakan restorasi terumbu karang dalam skala besar yang relevan secara ekologis.
"Program ini menggunakan struktur Reef Star buatan tangan yang kemudian dirangkai di bawah air dan membentuk bagian inti dari Mars Assisted Reef Restoration System (MARRS). Pembuatan Reef Star dilakukan oleh masyarakat setempat menggunakan bahan lokal," jelas dia dalam konferensi pers virtual pada Selasa (8/6/2021).
Kini, Hope Reef telah berdiri di lepas pantai Sulawesi, Indonesia. Terletak pada gugusan Salisi' Besar di dekat Pulau Bontosua, berdiri terumbu karang bertuliskan ‘HOPE’, atau Harapan.
Berukuran 45x15 meter, instalasi ini adalah simbol bahwa perubahan yang positif
dapat terjadi dalam hidup, dan harapan dapat bertumbuh. Rencananya, hingga tahun 2029, Sheba bersama Mars, Incorporated akan merestorasi beberapa gugusan terumbu karang di dunia yang luas totalnya mencapai 185 ribu meter persegi – atau lebih dari 1,5 kali luas dari Lapangan Karebosi di Makasar.
"Dengan berinvestasi dalam kegiatan restorasi seperti Hope Reef, kami ingin memperlihatkan bahwa ancaman terhadap habitat dan keanekaragaman
hayati dapat diatasi. Sebagai ekosistem laut yang paling beragam, terumbu karang adalah inti dari upaya kami," jelasnya.
Dengan program Hope Reef, pertumbuhan karang di sekitar Pulau Bontosua pun telah berangsur membaik dari 5 persen menjadi 55 persen. Bahkan, lanjut Dr. Susan, populasi ikan di sekitarnya pun meningkat hingga 300 perssn. Spesies lain, seperti hiu dan penyu, telah banyak yang kembali.
Baca Juga: Berusia 81 Tahun, Hewan Ini Dapat Gelar Ikan Terumbu Tertua di Dunia
Tak hanya bagi spesies laut, Hope Reef juga membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar daerah restorasi. Salah satunya, kata Dr Susan, adalah pendanaan bagi kegiatan penunjang guna memberikan mata pencaharian ‘berbasis terumbu karang’ yang berkelanjutan, mendukung kohesi komunitas dan meningkatkan tingkat pemahaman serta partisipasi dalam restorasi terumbu itu sendiri.
"Hope Reef adalah simbol dari harapan bagi masa depan laut kita dan awal dari sebuah gerakan untuk merestorasi ekosistam vital ini. Melalui Hope Reef, kami juga ingin mengajak pet parent untuk merawat kucing dan memberikan asupan makanan yang lengkap dan seimbang. Pilihlah dengan brand yang juga ingin membuat perubahan yang positif,” tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah