Lifestyle / female
Bimo Aria Fundrika | Dinda Rachmawati
Ilustrasi susu sapi perah. (Shutterstock)

Suara.com - Peternak susu sapi lokal memiliki peran vital yang memengaruhi pasokan susu sapi segar di tanah air. Hal ini disampaikan oleh Ir. Epi Taufik, Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan-Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

Ia menilai saat ini hasil produksi Susu Segar dalam Negeri (SSDN) masih kurang dari 1 juta ton. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan data BPS 2020 yang hanya berkisar 997.350 ton. Artinya, kata Epi, angka ini relatif stagnan sejak sekitar 10 lalu. 

"Hal ini disebabkan oleh populasi sapi perah dan produktivitasnya yang stagnan. Data BPS 2020 menunjukkan bahwa 98 persen populasi sapi perah ada di Pulau Jawa. Perhitungan saya, sekitar 85 persen SSDN masih dihasilkan oleh peternakan sapi perah rakyat. Merekalah ujung tombak suplai susu perah dalam negeri,” ujar Epi dalam siaran pers yang Suara.com terima.

Ilustrasi susu (Pixabay/Couleur)

Untuk itu, Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) yang mewadahi koperasi-koperasi peternak sapi perah, lanjut Epi diharapkan memiliki visi untuk membina peternak sapi perah rakyat sebagaimana koperasi-koperasi peternak sapi perah di luar negeri yang saat ini produk-produknya juga dipasarkan di Indonesia.

Baca Juga: Ngeri Banget, Ini Bahaya Kasih Bayi Dot yang Tidak Sesuai Standar

Industri Pengolahan Susu (IPS), kata dia membutuhkan susu dalam jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Peternak membutuhkan kesejahteraan, harga yang wajar dan iklim beternak yang kondusif, koperasi yang memfasilitasi kesejahteraan peternak dan menjembatani mereka dengan IPS, serta  pemerintah yang hadir sebagai regulator bagi semua pihak.

"Diharapkan ke depan, semua stakeholder persusuan seperti: asosiasi peternak, koperasi, IPS, ritel, dapat duduk bersama mengesampingkan ego sektoral, sehingga tidak ada yang ditinggal, tetapi semua maju dan makmur bersama,” pesan Epi.  

Sementara itu, untuk mendorong konsumsi susu nasional, kebijakan pemerintah yang pernah ada dimasa lalu dapat ditiru dan diperbaiki, misalnya pembagian susu bubuk dan bubur kacang hijau untuk anak-anak TK/SD (seminggu sekali), hingga pembagian susu bubuk kaleng besar bagi keluarga TNI dan Polisi. 

Selain program minum susu di sekolah, kata dia penting pula menggalakkan peternak milenial seperti halnya petani milenial yang sukses menciptakan iklim berusaha yang kompetitif. 

Epi menyebutkan, untuk menciptakan peternakan sapi perah modern yang berkelanjutan dan berkualitas pada sisi on farm perlu melakukan transformasi teknologi dan organisasi peternakan rakyat. Sedangkan pada sisi off farm diperlukan adanya unit pengolahan terintegrasi, program kemitraan, good corporate management pada koperasi. 

Baca Juga: Kocak, Kakek Pakai Trik Ini Agar Cucunya Mau Nyusu Dari Botol

“Baik sisi on farm juga off farm, perlu mengadopsi teknologi terbaru berbasis  internet of things untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas,” tegas Epi.  

Komentar