Suara.com - Peternak susu sapi lokal memiliki peran vital yang memengaruhi pasokan susu sapi segar di tanah air. Hal ini disampaikan oleh Ir. Epi Taufik, Kepala Divisi Teknologi Hasil Ternak Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan-Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Ia menilai saat ini hasil produksi Susu Segar dalam Negeri (SSDN) masih kurang dari 1 juta ton. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan data BPS 2020 yang hanya berkisar 997.350 ton. Artinya, kata Epi, angka ini relatif stagnan sejak sekitar 10 lalu.
"Hal ini disebabkan oleh populasi sapi perah dan produktivitasnya yang stagnan. Data BPS 2020 menunjukkan bahwa 98 persen populasi sapi perah ada di Pulau Jawa. Perhitungan saya, sekitar 85 persen SSDN masih dihasilkan oleh peternakan sapi perah rakyat. Merekalah ujung tombak suplai susu perah dalam negeri,” ujar Epi dalam siaran pers yang Suara.com terima.
Untuk itu, Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) yang mewadahi koperasi-koperasi peternak sapi perah, lanjut Epi diharapkan memiliki visi untuk membina peternak sapi perah rakyat sebagaimana koperasi-koperasi peternak sapi perah di luar negeri yang saat ini produk-produknya juga dipasarkan di Indonesia.
Industri Pengolahan Susu (IPS), kata dia membutuhkan susu dalam jumlah yang cukup dan berkualitas baik. Peternak membutuhkan kesejahteraan, harga yang wajar dan iklim beternak yang kondusif, koperasi yang memfasilitasi kesejahteraan peternak dan menjembatani mereka dengan IPS, serta pemerintah yang hadir sebagai regulator bagi semua pihak.
"Diharapkan ke depan, semua stakeholder persusuan seperti: asosiasi peternak, koperasi, IPS, ritel, dapat duduk bersama mengesampingkan ego sektoral, sehingga tidak ada yang ditinggal, tetapi semua maju dan makmur bersama,” pesan Epi.
Sementara itu, untuk mendorong konsumsi susu nasional, kebijakan pemerintah yang pernah ada dimasa lalu dapat ditiru dan diperbaiki, misalnya pembagian susu bubuk dan bubur kacang hijau untuk anak-anak TK/SD (seminggu sekali), hingga pembagian susu bubuk kaleng besar bagi keluarga TNI dan Polisi.
Selain program minum susu di sekolah, kata dia penting pula menggalakkan peternak milenial seperti halnya petani milenial yang sukses menciptakan iklim berusaha yang kompetitif.
Epi menyebutkan, untuk menciptakan peternakan sapi perah modern yang berkelanjutan dan berkualitas pada sisi on farm perlu melakukan transformasi teknologi dan organisasi peternakan rakyat. Sedangkan pada sisi off farm diperlukan adanya unit pengolahan terintegrasi, program kemitraan, good corporate management pada koperasi.
Baca Juga: Ngeri Banget, Ini Bahaya Kasih Bayi Dot yang Tidak Sesuai Standar
“Baik sisi on farm juga off farm, perlu mengadopsi teknologi terbaru berbasis internet of things untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas,” tegas Epi.
Konsep inilah yang diterapkan oleh drh. Deddy Fachruddin Kurniawan, sebagai peternak milenial. Berbekal ilmu yang dimiliki dan pengalaman bekerja di berbagai peternakan besar di sejumlah negara, Deddy mengembangkan Dairy Pro Indonesia sejak tahun 2007.
Besarnya peluang dan passion jadi modalitas Deddy mengembangkan middle class farm. Hal ini tak lepas dari perubahan lifestyle di masyarakat.
"Dulu masyarakat karbohidrat yang kalau makan asal kenyang. Kini, mulai menjadi masyarakat protein, berhitung gizi. Sejak 2008 konsumsi protein hewani melejit seiring meningkatnya kelas menengah,” ujar Deddy.
Peternakan modern yang dibangun di Kota Batu, Malang ini mampu menghasilkan 500-600 liter susu segar sehari yang diserap dan diolah jadi produk sendiri seperti susu, yogurt, es krim, gelatin dan banyak lagi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Ramalan Zodiak 15 Agustus 2026: Virgo Dapat Keberuntungan, Libra Perlu Menenangkan Hati
-
BMKG NTT: Kabar Gempa Susulan Besar Pukul 09.00 WITA Hoaks, Jangan Percaya!
-
Gempa Bumi NTT di Mbay Robohkan Tembok Rumah dan Rusak Pelabuhan Maumere
-
Huawei MatePad Pro Max (2026): Tablet Super Tipis yang Serius Mengajak Laptop Pensiun
-
Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
-
Mensesneg Nyatakan Kesiagaan Penuh Pascagempa Bumi NTT
-
Basarnas Evakuasi 3 Korban Reruntuhan Bangunan Akibat Gempa Bumi NTT di Maumere
-
Bukannya Jarah Isi Rumah, Pria di Bandar Lampung Ini Malah Angkut Pagar Milik Warga
-
Chiikawa The Movie Sukses Raup 6 Miliar Yen, Tayang di Indonesia 28 Agustus
-
HUT ke-81 RI dan Merdeka dari FOMO: Saatnya Berhenti Mengikuti Semua Tren!