Suara.com - Banyak masyarakat kaget saat hendak berobat ke puskesmas atau rumah sakit, namun ternyata kartu BPJS Kesehatan PBI yang dimiliki justru berstatus tidak aktif.
Situasi ini tentu membingungkan, apalagi bagi peserta PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah karena termasuk kategori tidak mampu. Ketika layanan kesehatan sangat dibutuhkan, status nonaktif bisa menjadi hambatan yang membuat panik.
Belakangan ini, kasus BPJS PBI yang mendadak tidak aktif memang cukup sering terjadi. Hal ini umumnya berkaitan dengan pembaruan data oleh pemerintah agar bantuan kesehatan benar-benar tepat sasaran.
Artinya, status kepesertaan sangat bergantung pada data sosial ekonomi yang tercatat secara resmi, bukan karena kartu jarang digunakan. Banyak orang mengira BPJS bisa nonaktif karena lama tidak dipakai, padahal anggapan itu tidak benar.
Karena itu, penting bagi peserta untuk rutin mengecek status kepesertaan secara berkala. Jika ternyata sudah nonaktif, masih ada cara untuk mengurus dan mengaktifkannya kembali.
Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab BPJS PBI nonaktif, cara cek statusnya, serta langkah reaktivasi yang bisa dilakukan.
Penyebab BPJS PBI Bisa Nonaktif
Status BPJS PBI biasanya berubah karena persoalan data administrasi. Berikut beberapa penyebab yang paling umum terjadi:
1. Tidak Lagi Terdaftar dalam Data Sosial Pemerintah
Peserta BPJS PBI diambil dari data resmi pemerintah, seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau pembaruan data sosial ekonomi nasional terbaru. Jika dalam proses pembaruan tersebut nama peserta tidak lagi tercantum, maka status kepesertaan bisa otomatis dinonaktifkan.
Baca Juga: Butuh Rp 15 Miliar, Menkes Budi Siap Aktifkan Lagi BPJS PBI 120 Ribu Pasien Kritis
Pembaruan data ini dilakukan secara berkala untuk memastikan bantuan hanya diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria.
2. Perubahan Kondisi atau Status Ekonomi
Apabila dalam pendataan terbaru kondisi ekonomi dianggap sudah membaik, sistem bisa menghapus status PBI. Selain itu, perubahan alamat tanpa memperbarui data kependudukan juga bisa menyebabkan data tidak sinkron dan akhirnya kepesertaan menjadi nonaktif.
3. Data Tidak Sinkron dengan Dukcapil
Masalah teknis seperti NIK yang tidak sesuai, kesalahan penulisan nama, atau perbedaan data antara BPJS dan Dukcapil juga dapat menyebabkan status tidak aktif. Sistem BPJS terhubung langsung dengan data kependudukan, sehingga ketidaksesuaian sekecil apa pun bisa memengaruhi status.
Perlu ditegaskan kembali bahwa BPJS PBI tidak akan nonaktif hanya karena jarang digunakan. Faktor utama tetap pada valid atau tidaknya data dalam sistem.
Cara Cek Status Kepesertaan BPJS PBI
Untuk memastikan status aktif atau tidak, peserta tidak harus datang langsung ke kantor BPJS. Ada beberapa cara praktis yang bisa dilakukan secara online maupun melalui layanan jarak jauh.
1. Lewat Aplikasi Mobile JKN
Unduh aplikasi Mobile JKN melalui Play Store atau App Store. Setelah itu login menggunakan NIK yang terdaftar. Pada halaman utama aplikasi akan terlihat informasi status kepesertaan, apakah aktif atau nonaktif.
Cara ini paling mudah karena bisa dilakukan kapan saja tanpa perlu antre.
2. Melalui Layanan WhatsApp atau Chat BPJS
BPJS Kesehatan menyediakan layanan chatbot seperti CHIKA atau PANDAWA. Peserta cukup mengirim pesan ke nomor resmi BPJS, lalu mengikuti petunjuk untuk mengecek status kepesertaan.
3. Menghubungi Call Center 165
Peserta juga dapat menghubungi Care Center BPJS di nomor 165. Siapkan NIK atau nomor peserta untuk mempermudah pengecekan.
4. Datang ke Kantor BPJS
Jika kesulitan menggunakan layanan online, peserta bisa datang langsung ke kantor BPJS terdekat dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga.
Cara Reaktivasi BPJS PBI yang Nonaktif
Jika setelah dicek ternyata status memang nonaktif, jangan langsung khawatir. Kepesertaan masih bisa diaktifkan kembali selama memenuhi syarat.
1. Jika Baru Nonaktif Kurang dari 6 Bulan
Langkah pertama adalah datang ke Dinas Sosial (Dinsos) setempat. Bawa dokumen seperti KTP, Kartu Keluarga, dan kartu BPJS atau KIS. Petugas akan melakukan verifikasi ulang data.
Jika hasil verifikasi menunjukkan masih memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan, Dinsos akan mengusulkan reaktivasi ke BPJS Kesehatan. Proses biasanya lebih cepat jika pengurusan dilakukan sebelum 6 bulan sejak dinonaktifkan.
2. Jika Sudah Lebih dari 6 Bulan
Apabila sudah lebih dari 6 bulan, peserta biasanya perlu memperbarui data sosial terlebih dahulu melalui kelurahan atau desa setempat agar kembali tercatat dalam data terpadu. Setelah data diperbarui dan dinyatakan layak, Dinsos akan mengajukan kembali sebagai peserta PBI.
Karena itu, penting untuk segera mengurus jika mengetahui status sudah nonaktif agar prosesnya tidak semakin panjang.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Beberapa hal berikut penting untuk diingat:
- Pastikan data NIK, nama, dan alamat selalu sesuai dengan data kependudukan terbaru.
- Segera perbarui data jika pindah domisili atau ada perubahan identitas.
- Lakukan pengecekan status secara berkala melalui Mobile JKN.
Jika setelah diverifikasi ternyata memang tidak lagi memenuhi syarat sebagai peserta PBI, peserta masih bisa mendaftar sebagai peserta mandiri dengan membayar iuran sesuai kelas yang dipilih.
BPJS PBI yang tiba-tiba tidak aktif umumnya disebabkan oleh pembaruan data sosial ekonomi atau ketidaksesuaian data administrasi. Status ini bukan karena kartu jarang digunakan, melainkan karena sistem mendeteksi perubahan dalam data kepesertaan.
Untuk menghindari masalah saat membutuhkan layanan kesehatan, peserta sebaiknya rutin mengecek status melalui aplikasi Mobile JKN, WhatsApp BPJS, atau call center. Jika ternyata nonaktif, segera lapor ke Dinas Sosial untuk proses verifikasi dan reaktivasi.
Dengan memahami penyebab dan langkah penanganannya, peserta tidak perlu panik. Selama masih memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan, status BPJS PBI dapat diaktifkan kembali sehingga hak atas layanan kesehatan tetap terjamin.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- Baru! Viva Moisturizer Gel Hadir dengan Tekstur Ringan dan Harga Rp30 Ribuan
- 6 Tablet Murah dengan Kamera Jernih, Ideal untuk Rapat dan Kelas Online
- 5 HP Infinix Terbaru dengan Performa Tinggi di 2026, Cek Bocoran Spefikasinya
Pilihan
-
Cibinong Mencekam! Angin Kencang Hantam Stadion Pakansari Hingga Atap Rusak Parah
-
Detik-Detik Mengerikan! Pengunjung Nekat Bakar Toko Emas di Makassar
-
Lika-liku Reaktivasi PBI JK di Jogja, Antre dari Pagi hingga Tutup Lapak Jualan demi Obat Stroke
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
Terkini
-
Lelah dan Stres Akibat Jadwal Padat? Ini Rahasia Generasi Muda Tetap 'Cool' Seharian!
-
Link Daftar Sertifikasi Ahli K3 Umum Gratis dari Kemnaker, Apa Saja Syarat dan Dokumennya?
-
20 Poster Pawai Ramadan 2026 Siap Unduh, Berwarna dan Bikin Semarak
-
Cuti Bersama Imlek 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwalnya!
-
4 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Dokter Yessica Tania, Aman dan Lembut di Kulit
-
Cara Double Cleansing yang Benar Menurut Dokter Estetika agar Skin Barrier Tidak Rusak
-
Mudik Gratis Jasa Raharja 2026: Pendaftaran Dibuka Hari Ini 12 Februari, Bersiap War Tiket
-
Nycta Gina Spill Tradisi Bikin Takjil Simpel Bareng Keluarga Setiap Ramadan
-
Kenapa Setelah Pakai Bedak Wajah Terlihat Kusam? Cek 5 Produk yang Minim Oksidasi
-
3 Gerai Disegel, Intip Kilau Koleksi Perhiasan Mewah Tiffany & Co