Suara.com - Salah satu gejala yang kerap dialami oleh ibu hamil adalah morning sickness. Di awal kehamilan, tak sedikit ibu hamil yang mual hingga muntah.
Belum lama ini, seorang ibu hamil membagikan curhatan seputar suami yang ikut mengalami morning sickness. Ibu tersebut mengaku muak dan frustrasi melihat sang suami.
Melansir The Sun, sang ibu membagikan curhatan lewat laman Reddit. Di sana, wanita ini menjelaskan bahwa ia sudah hamil selama 11 minggu.
"Aku sudah 11 minggu hamil dengan bayi pertamaku dan aku mengalami morning sickness dan ini memuakkan (seperti terus-menerus muntah)," curhat ibu ini.
"Beberapa saat setelah aku mengalami morning sickness, suamiku juga mengalami hal serupa. Aku diberitahu jika suami kadang bisa mengalami ini dan ini disebut kehamilan simpatik."
Meski begitu, hal ini malah membuat wanita tersebut jengkel kepada suami. Penyebabnya, ia merasa diejek setiap kali sang suami mengalami gejalan serupa.
"Rasanya dia hanya meniru diriku, seperti dia tidak akan pernah paham betapa sulitnya kehamilan ini," tambah si wanita.
Bukan hanya muak, kondisi tersebut membuat pasangan suami-istri ini bertengkar. Di sisi lain, wanita ini juga paham bahwa suaminya tidak bisa melakukan apa-apa.
"Aku terbelah karena aku tahu dia tidak bisa melakukan apa-apa, tapi aku merasa sangat frustrasi dan ini memengaruhi sikapku di sekitarnya. Aku tidak suka dia berada di sekitarku," imbuhnya.
Baca Juga: Kisah Wanita Bertahun-tahun Tinggal Serumah dengan Tiga Ayah, Warganet Bingung
Kondisi sang suami sendiri disebut sebagai sindrom Couvade atau kehamilan simpatik. Pria yang mengalami kondisi ini akan ikut merasakan beberapa gejala kehamilan.
Sayangnya, tidak ada obat atau perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi sindrom Couvade. Sebaliknya, gejala tersebut cenderung berkurang setelah trimester pertama kehamilan terlewati.
Sejak dibagikan, curhatan ibu hamil ini menuai simpati warganet. Banyak yang menjelaskan bahwa wanita ini mungkin kesal kepada suami karena hormon kehamilan.
"Aku baru saja melahirkan dan aku paham. Kurasa hormon berperan dan juga, aku rasa kau harus berbicara dengan seseorang tentang ini," saran salah satu warganet di Reddit.
"Aku ingat merasa kesal di trimester pertama, tapi seiring kehamilanku berjalan, aku tidak merasa kesal lagi karena menurutku itu manis. Kurasa suamimu tidak akan mengalami ini jika dia bukan pasangan yang bersimpati," tambah komentar lain mengingatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas
-
Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota
-
Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025
-
Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026
-
Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan
-
Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan
-
Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?
-
Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia
-
6 Korban Kecelakaan Sibolangit Dirawat di RS Adam Malik, 1 Anak Luka Serius
-
Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026