Suara.com - Usaha kecil dan menengah (UKM) yang ingin melebarkan saya tentunya membutuhkan tambahan karyawan, selain modal dan juga sarana-prasarana lainnya.
Di masa pandemi, proses rekrutmen karyawan tidak lagi mengandalkan wawancara tatap muka dan berubah menjadi wawancara online.
Agar proses perekrutan karyawan UKM lebih optimal, penggunaan teknologi tak terelakkan. Salah satunya adalah penggunaan teknologi Applicant Tracking System (ATS). Apa itu?
Perusahaan pembinaan karir Jobscan menyebut 99 persen perusahaan yang tergabung di daftar Fortune 500 telah menggunakan ATS. Penggunaan ATS juga telah merambah sektor UKM, dengan 35 persennya mengadopsi teknologi.
"Pandemi benar-benar sudah mengakselerasi adopsi teknologi seperti ATS dan video interview untuk mempercepat proses rekrutmen dan memperluas database kandidat yang mendaftar," ungkap Andrew Patty, Brand Activation Manager Kalibrr Indonesi, dalam keterangan yang diterima Suara.com.
"Namun, kami melihat bahwa pemanfaatan teknologi masih sering terbatas digunakan untuk keperluan penyaringan kandidat saat mereka sudah mendaftar ke sebuah pekerjaan. Teknologi dan aplikasi daring padahal memberikan kebebasan untuk berinteraksi, mengenal, dan melakukan proses rekrutmen secara lebih mendalam dan personal, meskipun tidak dilakukan secara tatap muka," lanjutnya.
Pandemi Covid-19 telah mengubah proses perekrutan karyawan perusahaan. Di satu sisi, proses rekrutmen menjadi kian cepat karena wawancara virtual telah memangkas waktu dan tenaga yang dibutuhkan, ketimbang cara konvensional yang membutuhkan logistik dan kunjungan ke job fair atau kampus yang memakan waktu.
Secara serentak, semua pihak merasakan manfaat teknologi untuk efisiensi kebutuhan rekrutmen.
Memasuki paruh tahun kedua 2021, kegunaan teknologi masih terbentang luas, dan selayaknya pelaku industri mulai melirik kegunaan teknologi untuk manajemen rekrutmen dari hulu ke hilir demi mendapatkan kandidat yang berdaya saing.
Baca Juga: Sempat Diancam Karyawan Resign, Apple Tunda Kebijakan Kerja dari Kantor
Future of work telah tiba lebih awal dari yang diantisipasi. Seiring bangkitnya perekonomian nasional, saatnya perusahaan juga mendorong rekrutmen melalui teknologi.
Kalibrr telah menunjukkan bahwa pemakaian teknologi yang sinergis dan tepat dapat menghadirkan proses branding dan rekrutmen berbasis daring sepenuhnya yang interaktif, masif, dan kreatif.
Mengantongi kepercayaan dari perusahaan sekaliber Unilever, Telkomsel, dan Bank Central Asia, Kalibrr telah mengadakan berbagai macam kegiatan perekrutan online dalam bentuk hackathon, kompetisi programming, dan studi kasus.
Terobosan terkini yang dihadirkan oleh Kalibrr adalah penyelenggaraan kompetisi coding sekaligus seri webinar bersama Telkomsel. Sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi terbaik negara, Telkomsel juga secara aktif mendorong pemanfaatan teknologi secara positif lintas generasi. Berangkat dari komitmen yang sama, Telkomsel menggandeng Kalibrr untuk mengumpulkan pegiat teknologi Indonesia dalam sebuah platform yang dapat digunakan Telkomsel untuk menunjukkan komitmennya sebagai tempat karir yang modern, ramah digital, dan terdepan dalam teknologi.
"Proses rekrutmen perusahaan adalah bagian penting dari identitas perusahaan. Kalibrr mengerti bahwa setiap perusahaan ingin menawarkan keunikan dan pengalaman yang tak ada duanya kepada kandidat-kandidatnya," imbuh Andrew.
"Kami menawarkan kemudahan kepada mitra-mitra kami untuk memiliki kegiatan yang kaya teknologi namun tetap mengesankan dan bermanfaat bagi para pesertanya meski dilakukan sepenuhnya secara online," tutupnya.
Berita Terkait
-
Ibu Rumah Tangga: Karyawan Tanpa Gaji, Tanpa Cuti, Tanpa Bonus
-
Kultur Palugada di Dunia Kerja: Bekerja Lintas Bidang, Berkarier Tanpa Arah
-
AI Mulai Ubah Cara Perusahaan Rekrut Karyawan
-
AI Mengubah Dunia Kerja, Karyawan Tak Cukup Lagi Hanya Andalkan Pengalaman
-
Riset Terbaru Ungkap Manfaat Sistem Kerja Hybrid bagi Karyawan saat Musim Libur Sekolah
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Prabowo Bakal Habiskan Rp4000 Triliun di 2027, Ini Perusahaan yang Bakal Cuan Besar
-
Tak Pasang Bendera hingga Ogah Ikut Lomba, Alasan Warga di Balik Sepinya Euforia Kemerdekaan
-
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Palabuhanratu, Cara Unik Penyelam Rayakan Kemerdekaan
-
PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
-
Inspirasi French Chic, Gaya Paris yang Elegan dan Modern
-
LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya
-
7 Warna Cat Kamar Mandi Terbaik Menurut Feng Shui, Dipercaya Bawa Energi Positif
-
Review Serial Silo Season 1: Adaptasi Novel Wool yang Penuh Teka-Teki Seru!
-
Karhutla Bromo Belum Usai Dihitung, TNBTS Mulai Kaji Total Kerugian
-
Momen Haru Presiden Prabowo Berkaca-kaca Saat Lagu 'Bagimu Negeri' Menggema di Istana Merdeka