Suara.com - Pandemi Covid-19 juga berdampak pada kondisi finansial pada beberapa orang. Menghemat biaya hidup menjadi salah satu cara yang dilakukan saat penghasilan menurun, salah satunya melalui frugal living. Apa itu?
Hidup hemat sebenarnya tentang bagaimana menggunakan uang sesuai dengan kebutuhan. Akhir-akhir ini sering dibicarakan mengenai hidup hemat dengan istilah frugal living.
Gaya hidup tersebut banyak dilakukan oleh para pesohor dunia seperti Mark Zuckerberg, Lady Gaga, Keanu Reeves, juga Leonardo DiCaprio.
Secara umum, frugal living merupakan gaya hidup yang berfokus untuk menabung.
Sehingga membelanja uang hanya untuk sesuati yang dirasa bisa menambah nilai dalam hidup.
Dikutip dari The Momey Manual, ada tiga karakteristik dalam gaya hidup hemat. Yaitu:
1. Merasa nyaman tidak mengikuti tren
Hidup hemat berarti tidak bergantung dengan tren yang terjadi di masyarakat.
Frugal living jutru tidak mempermasalahkan jika membeli mobil bekas atau tetap memakai pakaian lama yang masih layak.
Baca Juga: Mengenal Frugal Living, Gaya Hidup yang Cocok Diterapkan di Masa Pandemi
Frugal living juga meminta untuk merasa nyaman melangkah keluar dari siklus konsumerisme dan berani mengatakan tidak pada setiap ajakan belanja oleh orang lain.
2. Menemukan nilai dalam setiap uang yang dibelanjakan
Uang butuh tujuan dan nilai saat dibelanjakan. Dalam frugal living, uang lebih baik digunakan untuk hal-hal berkesan bersama keluarga atau kerabat dekat.
Misalnya, lebih baik liburan bersama alih-alih berlangganan kabel bulanan. Ataupun membeli mobil baru yang dibayar tunai daripada kredit jangka panjang.
3. Bisa membedakan antara kebutuhan dengan keinginan
Karakteristik terakhir dari gaya hidup hemat adalah tentang memeriksa praktik pengeluaran secara teratur dan menahan diri. Uang harus dialokasikan untuk kebutuhan terlebih dahulu. Hal-hal seperti urusan rumah, transportasi, dan makanan.
Sedangkan keinginan bukan sesiatu yang harus selalu terpenuhi setiap hari. Misalnya, perawatan spa.
Keinginan sebaiknya direncanakan setelah seluruh kebutuhan terpenuhi. Frugal living berarti menahan diri untuk segera membeli keinginan.
Hal itu memberi Anda waktu untuk memutuskan apakah benar-benar menginginkannya atau hanya keinginan sesaat.
Berita Terkait
-
Sudah Hemat, tapi Tetap Boncos: Ketika Menabung Seolah Menjadi Privilege
-
Realitas Pahit di Balik Gaji UMR: Saat Hidup Hemat Menjadi Cara Bertahan
-
Frugal Living, Gaya Hidup Hemat atau Terlalu Pelit?
-
Frugal Living Bukan Sekadar Hemat, Tapi Upaya Sederhana untuk Menjaga Bumi
-
7 Tips Hidup Hemat Orang Jepang, Bikin Cepat Kaya
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi