Suara.com - Pancasila merupakan sebuah dasar negara Indonesia. Penasaran dengan sejarah Pancasila termasuk tanggal lahir, pengertian, isi, dan maknanya? Simak ulasan Suara.com berikut ini.
Di dalam sejarahnya, Pancasila memiliki lambang yakni Burung Garuda Pancasila, dengan tujuh belas helai bulu di tiap sayapnya, delapan helai bulu di ekornya, sembilan belas bulu di pangkal ekor, dan empat puluh lima helai di bagian leher.
Sejak kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Burung Garuda digambarkan sebagai lambang yang gagah dan juga cemerlang. Bahkan arti Burung Garuda memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Dilansir dari Rumahbelajar.id, berikut sejarah Pancasila, pengertian, dan makna Burung Garuda.
Sejarah Pancasila
Asal-usul Pancasila memiliki riwayat yang panjang. Pada tahun 1945, para pendiri bangsa telah menetapkan Pancasila sebagai dasar negara. Dengan sebutan “Bhineka Tunggal Ika”, Pancasila memiliki lima sila, yaitu:
- Ketuhanan Yang Maha Esa;
- Kemanusiaan yang adil dan beradab;
- Persatuan Indonesia;
- Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan;
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Pancasila dicetuskan oleh sejumlah tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia, termasuk Ir Soekarno, Muhammad Yamin, dan Prof Soepomo.
Atas dasar inilah, Pancasila memiliki lima lambang yang diartikan mampu menatap masa depan, siap bekerja membangun dunia baru, mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur tanpa penjajahan.
Meski disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 lewat sidang PPKI, namun tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila.
Baca Juga: Arti Lambang Pancasila dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-Hari
Makna Burung Garuda
Sosok burung garuda ini muncul pertama kalinya pada tahun 1950 lewat lima lambangnya, selepas pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag tahun 1949
Burung Garuda memiliki makna tersendiri, yang disebut sebagai tunggangan suci dewa Wisnu yang mengacu pada arca dan relief di candi-candi kuno. Seperti Prambanan, Mendut, Penataran, Sukuh, dan lainnya.
Lewai perisai garuda yang dibuat oleh Sultan Hamid II, lambang Garuda Pancasila ini diartikan sebagai masyarakat Indonesia yang beragam etnis, agama, dan pandangan hidup. Seperti semboyan yang dibunyikan, yakni kita berbeda-beda tapi tetap satu jua.
Makna lambang sila
Burung Garuda melambangkan kekuatan, dengan warna emas yang melammbang kemuliaan, burung Garuda memiliki setiap symbol perisai setiap ajaran Pancasila, yaitu:
- Bintang melambangkan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa.
- Rantai melambangkan prinsip Kemanusiaan yang adil dan beradab.
- Pohon beringin melambangkan prinsip Persatuan Indonesia.
- Kepala banteng melambangkan prinsip demokrasi yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
- Padi dan kapas melambangkan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Itulah sejarah pancasila beserta isi dan penjelasannya, lengkap dengan makna burung Garuda dan makna lambang sila di logonya.
Berita Terkait
-
Aset Ketum Pemuda Pancasila Disita KPK, Diduga Berkaitan dengan Gratifikasi Korupsi Batu Bara
-
Pakai AI untuk Lambang Negara, BRIN Terjebak Kesalahan Fatal yang Tak Termaafkan?
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Prabowo Tekankan Pancasila Pegangan di Tengah Ketidakpastian Dunia
-
Sila Kelima Pancasila: Mengapa Keadilan Masih Terasa Begitu Jauh dari Jangkauan?
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?