Suara.com - Mendongeng kerap dilakukan orangtua kepada anaknya, terutama menjelang waktu tidur. Cerita yang dibacakan saat mendongeng bisa apa saja, baik fiksi maupun nonfiksi.
Tidak hanya sekadar bercerita, saat mendongeng juga orangtua kerap melakukan aksi-aksi kecil, misalnya menggunakan alat peraga seperti boneka. Tujuannya, supaya anak lebih tertarik.
Nah, bagaimana sebenarnya cara agar anak tertarik pada dongeng yang diceritakan oleh orangtua? Berikut tips yang diungkap oleh pendongeng sekaligus pegiat literasi, Kak Palupi.
1. Mendongeng pakai hati
Mendongeng harus dilakukan sepenuh hati. Hanya dengan begitulah cerita dongeng bisa diterima dengan baik oleh anak-anak.
“Untuk teknik mendongeng yang baik itu dari hati. Karena kalau kita mau mendongeng, kita harus menyenangi dunia dongeng dulu. Jadi anak-anak itu kan makhluk sensitif ya, jadi mereka bisa merasakan perasaan di sekelilingnya,” ungkapnya dalam acara Instagram Live Gramedia, Jumat (27/8/2021).
“Jadi kalau mau mendongeng, dibuang dulu perasaan sedih dan rasa kesalnya. Dan bawakan dongeng itu dengan tenang,” lanjutnya.
2. Ikut berimajinasi
Seorang pendongeng harus mampu mengimajinasikan sesuatu lewat ceritanya. Mulai dari alam, binatang, pelangi, hingga bulan. Dengan teknik imajinasi, kita bisa membawa dunia dongeng sampai ke anak-anak, membuat merek terbuai dan terbawa suasana.
“Kita harus mengimajinasikan sesuatu. Karena saat kita bercerita, tidak mungkin benda-benda konkret kita bawa. Misalkan kayak pelangi, nggak mungkin dong pelanginya ada di bawah,” papar Kak Palupi.
“Atau kita mau menggunakan imajinasi pohon raksasa, misalnya, nggak mungkin kita bawa pohon raksasa itu, dan kita hanya bisa menyampaikannya lewat imajinasi kita,” lanjutnya.
Baca Juga: Edukasi Menerapkan Protokol Kesehatan dengan Dongeng
3. Gunakan ekspresi
Saat berdongeng, ekspresi kita juga harus total. Mulai dari mimik wajah, gerakan, hingga intonasi suara. Dengan ekspresi yang mendukung, anak-anak akan membayangkan sebuah cerita yang menyenangkan.
“Kalau kita menyampaikan sesuatu dengan datar, itu akan berbeda penerimaannya. Jadi ekspresi itu menentukan intonasi suara, dan itu bisa dilakukan dengan latihan ekspresi,” ungkap Palupi.
4. Perkuat cerita
Dalam mendongeng, jangan takut untuk memperkuat alur cerita. Hal ini menjadi penting karena pendongeng sama saja seperti penulis cerita, di mana penulis berhak menentukan sekaligus memimpin alur cerita.
“Sebenarnya yang harus diperkuat itu konten ceritanya, layak atau nggak buat anak-anak. Dan itu yang harus diperhatikan sebelum mendongeng,” pungkas Kak Palupi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
50 Kumpulan Ucapan Selamat Hari Paskah 2026 yang Hangat dan Penuh Makna
-
Tanggal 3 April 2026 Libur atau Tidak? Cek Keputusan SKB 3 Menteri
-
Hotel di Indonesia Kian Diminati, Wisatawan Lokal Jadi Penggerak Utama Pariwisata di 2025
-
4 Zodiak Bakal Sukses dalam Asmara pada 2 April 2026, Hubungan Cinta Menguat!
-
Rezeki dan Hoki Mengalir Deras, Ini 3 Shio Paling Beruntung di April 2026
-
Terpopuler: Update Tarif Listrik April 2026, Pilihan Sunscreen Anti Aging
-
Perkumpulan Pengelola Klinik Kecantikan Berkumpul Bahas Permenkes, Dorong Standar Layanan Estetika
-
Bolehkah Pakai Sabun Cuci Muka Exfoliating Cleanser Setiap Hari?
-
Silsilah Keluarga Hasbi Jayabaya, Penerus 'Dinasti' Bupati Lebak Sindir Masa Lalu Wakilnya Eks Napi
-
Tasya Farasya Ungkap Alasan Pakai Baju Kuning saat Sidang Cerai, Awalnya Siapkan Abu-Abu