- AC Low Watt memiliki watt stabil rendah sejak awal.
- Sementara AC Inverter menggunakan kompresor adaptif yang cepat dingin.
- Untuk pemakaian 24 jam, mana yang lebih hemat?
Suara.com - Di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, Air Conditioner alias AC bukan lagi menjadi barang mewah, melainkan kebutuhan pokok di rumah.
Saat datang ke toko elektronik, kita sering kali dihadapkan pada dua pilihan besar, yakni AC Low Watt atau AC Inverter.
Keduanya sama-sama diklaim hemat listrik, namun cara kerjanya sangat berbeda.
Lantas, jika Anda berencana menyalakan AC dalam durasi lama, bahkan hingga 24 jam, mana yang sebenarnya paling ramah di kantong? Mari kita bedah tuntas.
Mengenal AC Low Watt: Si Stabil untuk Daya Listrik Terbatas
AC Low Watt pada dasarnya adalah AC standar (konvensional) yang dimodifikasi pada bagian kompresornya agar mengonsumsi daya listrik (watt) yang lebih kecil sejak awal dinyalakan.
Kelebihan AC Low Watt antara lain:
- Watt Tetap Rendah: Sejak detik pertama dinyalakan hingga suhu tercapai, watt yang digunakan stabil di angka rendah. Ini sangat cocok untuk rumah dengan daya listrik terbatas (misalnya 900VA atau 1300VA).
- Harga Lebih Terjangkau: Harga unit AC Low Watt umumnya lebih murah dibandingkan tipe Inverter.
- Perawatan Mudah: Karena teknologinya lebih sederhana, biaya servis dan ketersediaan spare part biasanya lebih bersahabat.
Kekurangannya, ada di proses pendinginan ruangan cenderung lebih lambat karena kekuatan kompresor yang sengaja dibatasi.
Mengenal AC Inverter: Si Pintar yang Adaptif
Berbeda dengan Low Watt, AC Inverter menggunakan teknologi kompresor yang lebih canggih. Kompresor Inverter tidak pernah benar-benar mati (off), melainkan hanya menurunkan kecepatannya saat suhu ruangan sudah dingin.
Kelebihan AC Inverter antara lain:
Baca Juga: Apa Bedanya Smart TV dan Android TV? Jangan Sampai Salah Beli
- Sangat Cepat Dingin: Saat pertama dinyalakan, kompresor akan bekerja ekstra keras (watt akan melonjak tinggi) untuk mencapai suhu target secepat mungkin.
- Suhu Lebih Stabil: Karena kompresor tidak mati-nyala, fluktuasi suhu di dalam ruangan sangat minim, membuat tidur lebih nyenyak.
- Sangat Efisien untuk Durasi Lama: Inilah kunci keunggulannya yang akan kita bahas di poin selanjutnya.
Kekurangannya yakni harga unit lebih mahal dan membutuhkan perawatan ekstra, seperti pembersihan rutin yang tidak boleh terlewat.
Battle Pemakaian 24 Jam, Mana yang Menang?
Jika pertanyaannya adalah untuk pemakaian 24 jam atau durasi panjang atau lebih dari 8 jam sehari, maka pemenangnya adalah AC Inverter. Mengapa demikian?
Kunci pemborosan listrik pada AC konvensional (termasuk Low Watt) terletak pada siklus start-stop kompresor. Setiap kali suhu ruangan mencapai titik dingin, kompresor AC Low Watt akan mati.
Begitu suhu naik lagi, kompresor akan menyala kembali (start). Proses start berulang inilah yang menyedot daya listrik sangat besar.
Sebaliknya, pada AC Inverter, setelah ruangan dingin, biasanya setelah 1-2 jam pertama, kompresor akan melambat ke level minimum. Di fase inilah AC Inverter bekerja dengan watt yang sangat kecil, bisa jauh di bawah AC Low Watt.
Jika digunakan 24 jam, fase "watt minimum" ini akan berlangsung lebih lama, sehingga akumulasi tagihan listrik bulanan justru akan lebih murah dibanding AC Low Watt.
Tips agar AC Tetap Hemat Meski Menyala Seharian
Apapun jenis AC yang Anda pilih, ikuti tips ini agar tagihan listrik tidak membengkak.
1. Jangan Atur Suhu di 16 Derajat: Mengatur suhu terlalu rendah memaksa kompresor bekerja maksimal tanpa henti. Suhu ideal untuk hemat energi di iklim tropis adalah 24-25 derajat Celcius.
2. Pastikan Ruangan Kedap: Celah di bawah pintu atau jendela yang terbuka akan membuang udara dingin sia-sia.
3. Gunakan PK yang Sesuai: Jangan gunakan AC 1/2 PK untuk ruangan yang luas. AC akan bekerja "ngos-ngosan" dan boros listrik karena suhu yang diinginkan tak kunjung tercapai.
3. Servis Rutin 3 Bulan Sekali: Debu yang menempel pada filter dan evaporator membuat AC bekerja lebih berat dan memakan lebih banyak listrik.
Untuk penggunaan di kamar tidur yang dinyalakan sepanjang malam hingga pagi, atau ruang kerja Work From Home (WFH) yang aktif seharian, AC Inverter adalah investasi yang jauh lebih menguntungkan secara jangka panjang.
Namun, jika Anda mencari harga murah untuk penggunaan singkat, AC Low Watt tetap menjadi solusi yang masuk akal. Jadi, jenis AC apa yang Anda akan pasang di rumah?
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
5 Sepatu Aerostreet Terlaris di Shopee, Garansi Tidak Jebol Saat Dicuci dan Kehujanan
-
5 Kepribadian Orang yang Menyukai Langit, Ini Tanda dan Karakternya
-
5 Rekomendasi Panci Listrik untuk Anak Kos, Praktis untuk Masak Buka Puasa dan Sahur
-
5 Kandungan Skincare yang Wajib Ada buat Memperbaiki Skin Barrier
-
Merayakan Imlek Makin Hemat: Restock Skincare dan Makeup Favorit di Watsons Promo!
-
7 Kompor Tanam Paling Awet, Pemantik tidak Gampang Macet
-
Apa Bedanya Smart TV, Google TV dan Android TV? Ini Rekomendasi Mereknya
-
5 Rekomendasi Sepeda Gunung Rp700 Ribuan, Kokoh dan Tangguh di Segala Medan
-
Tasya Farasya Hadirkan Sentuhan Maroko di Koleksi Raya 2026 Bersama Minimal: Detailnya Memesona!
-
Cara Cek Desil dan Memperbaharui Data Manual Agar Dapat Bansos