Lifestyle / Komunitas
Minggu, 15 Februari 2026 | 11:11 WIB
Ilustrasi AC. (Freepik/Lifestylememory)
Baca 10 detik
  • AC Low Watt memiliki watt stabil rendah sejak awal.
  • Sementara AC Inverter menggunakan kompresor adaptif yang cepat dingin.
  • Untuk pemakaian 24 jam, mana yang lebih hemat?

Suara.com - Di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia, Air Conditioner alias AC bukan lagi menjadi barang mewah, melainkan kebutuhan pokok di rumah.

Saat datang ke toko elektronik, kita sering kali dihadapkan pada dua pilihan besar, yakni AC Low Watt atau AC Inverter.

Keduanya sama-sama diklaim hemat listrik, namun cara kerjanya sangat berbeda.

Lantas, jika Anda berencana menyalakan AC dalam durasi lama, bahkan hingga 24 jam, mana yang sebenarnya paling ramah di kantong? Mari kita bedah tuntas.

Mengenal AC Low Watt: Si Stabil untuk Daya Listrik Terbatas

AC Low Watt pada dasarnya adalah AC standar (konvensional) yang dimodifikasi pada bagian kompresornya agar mengonsumsi daya listrik (watt) yang lebih kecil sejak awal dinyalakan.

Kelebihan AC Low Watt antara lain:

  • Watt Tetap Rendah: Sejak detik pertama dinyalakan hingga suhu tercapai, watt yang digunakan stabil di angka rendah. Ini sangat cocok untuk rumah dengan daya listrik terbatas (misalnya 900VA atau 1300VA).
  • Harga Lebih Terjangkau: Harga unit AC Low Watt umumnya lebih murah dibandingkan tipe Inverter.
  • Perawatan Mudah: Karena teknologinya lebih sederhana, biaya servis dan ketersediaan spare part biasanya lebih bersahabat.

Kekurangannya, ada di proses pendinginan ruangan cenderung lebih lambat karena kekuatan kompresor yang sengaja dibatasi.

Mengenal AC Inverter: Si Pintar yang Adaptif

Berbeda dengan Low Watt, AC Inverter menggunakan teknologi kompresor yang lebih canggih. Kompresor Inverter tidak pernah benar-benar mati (off), melainkan hanya menurunkan kecepatannya saat suhu ruangan sudah dingin.

Kelebihan AC Inverter antara lain:

Baca Juga: Apa Bedanya Smart TV dan Android TV? Jangan Sampai Salah Beli

  • Sangat Cepat Dingin: Saat pertama dinyalakan, kompresor akan bekerja ekstra keras (watt akan melonjak tinggi) untuk mencapai suhu target secepat mungkin.
  • Suhu Lebih Stabil: Karena kompresor tidak mati-nyala, fluktuasi suhu di dalam ruangan sangat minim, membuat tidur lebih nyenyak.
  • Sangat Efisien untuk Durasi Lama: Inilah kunci keunggulannya yang akan kita bahas di poin selanjutnya.

Kekurangannya yakni harga unit lebih mahal dan membutuhkan perawatan ekstra, seperti pembersihan rutin yang tidak boleh terlewat.

Battle Pemakaian 24 Jam, Mana yang Menang?

Jika pertanyaannya adalah untuk pemakaian 24 jam atau durasi panjang atau lebih dari 8 jam sehari, maka pemenangnya adalah AC Inverter. Mengapa demikian?

Kunci pemborosan listrik pada AC konvensional (termasuk Low Watt) terletak pada siklus start-stop kompresor. Setiap kali suhu ruangan mencapai titik dingin, kompresor AC Low Watt akan mati.

Begitu suhu naik lagi, kompresor akan menyala kembali (start). Proses start berulang inilah yang menyedot daya listrik sangat besar.

Sebaliknya, pada AC Inverter, setelah ruangan dingin, biasanya setelah 1-2 jam pertama, kompresor akan melambat ke level minimum. Di fase inilah AC Inverter bekerja dengan watt yang sangat kecil, bisa jauh di bawah AC Low Watt.

Jika digunakan 24 jam, fase "watt minimum" ini akan berlangsung lebih lama, sehingga akumulasi tagihan listrik bulanan justru akan lebih murah dibanding AC Low Watt.

Load More