Suara.com - Perlu diketahui, ada beberapa bunga keladi beracun yang sebaiknya dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Apa saja jenis bunga keladi yang beracun?
Salah satu tren yang tidak lekang oleh zaman di Indonesia ialah memelihara tanaman hias, terlebih saat pemerintah pertama kali menyatakan diwajibkannya melakukan pembatasan guna mencegah persebaran Covid-19. Mau tidak mau, aktivitas kita banyak dihabiskan di rumah.
Hal tersebut berperan besar dalam mengembalikan kejayaan era tanaman hias. Namun, tahukah Anda bahwa sebenarnya terdapat beberapa jenis tanaman hias yang diklasifikasikan sebagai tanaman hias beracun, salah satunya adalah bunga keladi.
Berikut adalah ulasan tentang 7 jenis bunga keladi beracun.
Jenis Bunga Keladi Beracun
Bunga keladi merupakan sekelompok tumbuhan yang termasuk dalam genus caladium (talas), jenis tanaman ini termasuk dalam jenis tanaman yang merambat. Ciri utamanya adalah bentuk daun yang menyerupai hati.
Berikut adalah daftar 7 tanaman hias bunga keladi beracun yang perlu Anda ketahui:
Jenis bunga keladi yang pertama adalah philodendron. Tanaman yang berasal dari hutan hujan Amerika Selatan ini menjadi tanaman hias yang cukup banyak diburu oleh pecinta tanaman hias di Indonesia.
Baca Juga: Viral Rekaman Belasan Satpam Bentrok dengan Emak-emak, Diduga Karena Pot Bunga
Dieffenbachia juga termasuk dalam jenis bunga keladi beracun yang harus Anda perhatikan. Pasalnya, tanaman ini memiliki bentuk yang menarik sehingga bukan tak mungkin membuat binatang peliharaan di rumah merasa penasaran, lalu mendekat, atau bahkan memakannya.
Salah satu bagian tanaman ini memiliki kandungan kristal kalsium oksalat berbentuk jarum yang disebut raphides. Jika bagian itu tertelan, dapat menyebabkan sejumlah gejala yang akan menimbulkan perasaan tidak nyaman.
Jenis bunga keladi beracun berikutnya adalah pothos, juga dikenal dengan sebutan Devils’ Ivy atau sirih gading. Tanaman yang tumbuh dengan menggantung dan merambat ini sangat cocok untuk digunakan sebagai penghias ruangan indoor.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN
-
Tarif Rp5 Ribu Dikritik Warga, Sekda Janji Evaluasi Parkir Alun-Alun Tegar Beriman
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI