Suara.com - Kekerasan dalam hubungan kerap dikaitkan dengan pemukulan dan penyiksaan secara fisik. Padahal, tak sedikit kekerasan yang berbentuk psikis, seperti pelecehan mental dan emosional.
Coba cek, yuk, apakah terjadi kekerasan dalam hubunganmu dengan pasangan, yang mungkin tidak disadari selama ini. Dilansir dati Times of India, inilah 5 jenis kekerasan yang bisa terjadi dalam sebuah hubungan.
1. Over protektif
Melindungi pasangan tentu adalah hal yang baik. Tapi kalau sampai berlebihan, itu bisa jadi bentuk kekerasan. Misalnya, pasangan mencoba untuk melacak apa yang kamu lakukan sepanjang hari, dan mencoba untuk mencegahmu membuat keputusan independen.
Pasangan akan mencoba meyakinkan kamu bahwa ia hanya berusaha melindungimu dari keputusan buruk dan orang jahat, atas nama cinta.
2. Mengisolasi diri dan pasangan secara sosial
Menjadi seorang introvert dan orang yang terisolasi secara sosial adalah dua hal yang berbeda. Jika pasangan kamu menolak untuk berbaur dengan orang lain dan menghentikan kamu untuk bergaul dengan orang lain, maka kemungkinan besar mereka termasuk dalam kelompok yang terakhir.
Orang yang terisolasi secara sosial tidak akan menunjukkan upaya untuk berbicara dengan orang lain dan hanya menginginkanmu untuk diri mereka sendiri.
3. Membatasi pergaulanmu
Membatasi teman-temanmu, telepon yang masuk, serta mengubah kata sandi media sosialmu, adalah tanda-tanda pasangan tidak mempercayai kamu dan ingin mengendalikan hidupmu sepenuhnya.
Ini adalah jenis pelecehan emosional yang hampir tidak dapat dikenali. Mengontrol aktivitas kamu adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan pasangan.
4. Pelecehan fisik
Menyakitimu secara fisik atau memberikan hukuman adalah tanda bahaya utama yang menunjukkan bahwa pasangan adalah pelaku kekerasan. Jika kemarahan pasangan menimbulkan kemarahan atau rasa sakit pada dirimu, maka itu adalah tanda yang jelas bahwa kamu harus segera mengambil langkah untuk keselamatan diri.
Baca Juga: Konyol! Viral Kisah Pasangan Putus Cuma gara-gara Pijakan Sepeda Motor
5. Bertingkah seolah-olah semuanya normal
Setelah langkah drastis seperti itu, jika pasanganmu tampak baik-baik saja dan berpikir seolah-olah tidak terjadi apa-apa, maka kamu perlu memikirkan kembali keputusan untuk tetap menjalin hubungan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas