Suara.com - Ada banyak jenis emosi yang bisa dirasakan oleh seseorang, entah itu emosi positif atau emosi negatif. Datangnya emosi pun tidak dapat diprediksi, karena sangat tergantung pada kondisi sekitar dan suasana hati.
Namun masalahnya, ketika seseorang dihampiri emosi, seperti rasa kesal, iri, kecewa, hingga marah, ia berpotensi meledak menjadi sesuatu yang negatif.
Nah, supaya emosi negatif tidak meledak berlebihan, ada lima cara untuk meredam emosi yang diungkap oleh Sabrina Ara lewat buku Sayangi Dirimu, Berhenti Menyenangkan Semua Orang.
1. Hindari dari situasi yang memicu emosi negatif
Supaya tidak terjebak di situasi yang memicu emosi negatif, lebih baik pergi dan menghindarinya. Seperti jika berhadapan dengan kemacetan di pagi hari, maka solusinya adalah dengan berangkat lebih pagi lagi.
2.Terus berpikir dan bersikap positif
Untuk mencegah emosi negatif, Sabrina mengatakan perlu untuk terus berpikir dan bersikap positif. Sebab, hanya cara ini yang bisa mengendalikan dari yang namanya emosi negatif.
Jangan biarkan emosi negatif menguasai kita. Misal, ketika sepatu kita rusak dan gagal jogging di pagi hari, jangan berpikir itu suatu kesialan. Bisa saja itu menuntun kita untuk melakukan aktivitas lain di pagi hari.
3. Manjakan diri
Kadang, kita perlu memanjakan diri agar tidak memicu emosi negatif. Terkadang, saat emosi negatif hadir, bisa saja itu dipicu oleh rasa lelah.
Karena itu, usir emosi negatif dengan cara memanjakan diri. Mungkin bisa dengan cara berendam air hangat saat mandi, melakukan pijat, makan makanan enak, atau tidur.
4. Tidak ada salahnya curhat
Agar emosi negatif tidak menguasai kita, ada baiknya curhat dengan orang lain. Namun, jangan sampai curhatan kita malah jadi beban bagi orang lain, ya.
Baca Juga: 4 Alasan Pasanganmu Gampang Emosi dalam Hubungan Asmara
Kadang, saat kita kesal, kita memang butuh seseorang untuk menjadi pendengar yang baik. Dengan membagi cerita kepada sahabat atau kekasih, hati akan sedikit lega. Dengan begitu, emosi negatif pun mudah ditaklukan.
5. Mendengarkan musik
Emosi negatif yang muncul bisa diredam jika mendengarkan musik favorit. Dengan memilih musik yang tepat untuk didengarkan, ini dapat menentramkan hati yang sedang emosi.
Sebuah penelitian mengatakan bahwa musik favorit yang didengarkan selama tiga puluh menit, mampu melepaskan zat endorphin dalam tubuh.
Dengan begitu, kadar rasa sakit, stres, tertekan, dan emosi, akan berkurang. Dengan musik, kita dapat meningkatkan relaksasi, detak jantung melambat, dan otot-otot menjadi tidak tegang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Senin 17 Agustus, Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah 68 Orang, 213 Terluka
-
Semarak HUT ke-81 RI, Ini 8 Kontribusi BRI dalam Mendorong Kemajuan Negeri
-
SBY Minta Maaf Absen Upacara HUT ke-81 RI di Istana, Ungkap Alasan Jalani Check-Up di Mayo Clinic AS
-
81 Tahun Indonesia Merdeka, BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan Lewat 8 Kontribusi Utama
-
Rupiah Lagi Berotot di HUT RI, Bergerak di Level Rp17.798
-
Rayakan 81 Tahun Kemerdekaan, BRI Hadirkan 8 Kontribusi untuk Ekonomi Indonesia
-
Witch Hat Atelier Raih Penghargaan Anime Terbaik di Astra TV Awards 2026
-
Gempa Flores, Pasokan LPG dan BBM untuk Warga Dipastikan Tetap Aman
-
SBY Minta Maaf Tak Ikut Upacara HUT Kemerdekaan di Istana: Saya Pulang September
-
HUT ke-81 RI, BRI Tegaskan 8 Kontribusi Nyata untuk Kemajuan Indonesia